Musim Kemarau Mengancam, Waduk Jatiluhur Masih Simpan Cadangan Air 3,6 Miliar Meter Kubik

Irwan
Waduk Jatiluhur Purwakarta. Foto: Istimewa

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Di tengah musim kemarau, kondisi ketersediaan air di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih tergolong aman. Hingga hari ini, tinggi muka air (TMA) waduk tercatat 96,33 meter.

General Manager Wilayah IV Perum Jasa Tirta II (PJT II), Anom Soal Herudjito, mengatakan posisi TMA tersebut memang sekitar 0,6 meter di bawah batas operasi normal bawah. Namun, kondisi tersebut masih jauh dari batas bawah operasi waduk.

“Dari posisi sekarang masih ada cadangan kita 11 meter ke bawah,” ujar Anom.

Menurutnya, ketersediaan air Waduk Jatiluhur saat ini juga terbantu oleh kondisi pada awal tahun. Pada 1 Januari 2026, TMA waduk masih berada pada posisi tinggi sehingga terdapat cadangan air yang kemudian dimanfaatkan untuk menghadapi musim kemarau.

“Alhamdulillah di 2026 ini kita diuntungkan karena pada 1 Januari 2026 posisi TMA kita tinggi. Jadi kita masih punya tabungan yang kita manfaatkan untuk musim kering ini,” katanya.

Untuk memastikan ketersediaan air hingga penghujung tahun, PJT II melakukan simulasi secara rutin setiap dua minggu. Simulasi tersebut digunakan untuk menghitung apakah pasokan air yang tersedia masih mencukupi kebutuhan hingga 31 Desember 2026.

Hasil perhitungan menunjukkan, dari posisi saat ini hingga akhir tahun, total potensi air yang tersedia mencapai sekitar 3,6 miliar meter kubik.

Rinciannya, volume efektif air yang tersedia saat ini sekitar 1,25 miliar meter kubik. Kemudian, dari aliran Sungai Citarum hingga Desember diperkirakan masih terdapat tambahan sekitar 1,97 miliar meter kubik.

Sementara dari sumber air setempat, diperkirakan masih terdapat tambahan sekitar 374 juta meter kubik.

Di sisi kebutuhan, air yang harus dirilis untuk memenuhi berbagai keperluan hingga akhir tahun juga cukup besar.

Untuk kebutuhan irigasi, air yang harus dialirkan diperkirakan mencapai 1,95 miliar meter kubik. Sedangkan kebutuhan PDAM dan industri, termasuk pemenuhan kebutuhan air baku, mencapai sekitar 708 juta meter kubik hingga 31 Desember.

Dengan perhitungan tersebut, neraca ketersediaan air Waduk Jatiluhur hingga akhir 2026 masih berada pada posisi positif.

“Balancing-nya masih plus 976 juta meter kubik,” ungkap Anom.

Angka tersebut menjadi kabar positif di tengah musim kemarau, karena menunjukkan pasokan air Waduk Jatiluhur secara matematis masih memiliki ruang cadangan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.

Meski demikian, PJT II tetap melakukan pemantauan dan simulasi secara berkala. Pasalnya, kondisi cuaca serta debit air yang masuk ke Waduk Jatiluhur dapat berubah mengikuti perkembangan musim.

Simulasi setiap dua minggu tersebut menjadi dasar dalam menentukan pengaturan pelepasan air, sehingga kebutuhan irigasi, air baku, dan industri tetap dapat terpenuhi secara optimal hingga penghujung 2026.***

Editor : Iwan Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network