get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Warga Antre Tukar Uang Receh Baru untuk Idul Fitri

Utang Luar Negeri Tembus Rp7.318 Triliun, Bank Indonesia Ungkap Penyebab Kenaikan di Akhir 2025

Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:50 WIB
header img
Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id Bank Indonesia mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Kuartal IV 2025 mencapai 431,7 miliar dolar AS. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.925 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp7.318 triliun.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi pada Kuartal III 2025 yang tercatat sebesar 427,6 miliar dolar AS. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh perkembangan utang di sektor publik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa lonjakan pada triwulan terakhir 2025 berkaitan erat dengan utang pemerintah. “Perkembangan posisi ULN triwulan IV 2025 terutama dipengaruhi oleh ULN sektor publik,” ucap Ramdan dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).

Pada periode tersebut, posisi ULN pemerintah tercatat sebesar 214,3 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 210,1 miliar dolar AS. Peningkatan ini didorong oleh masuknya aliran modal asing ke instrumen Surat Berharga Negara internasional, seiring masih terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Pemerintah, lanjut Ramdan, memanfaatkan ULN sebagai salah satu sumber pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Pengelolaannya diklaim dilakukan secara hati-hati, terukur, dan akuntabel, dengan fokus pada pendanaan program prioritas guna menjaga kesinambungan fiskal dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Berdasarkan komposisi sektoral, dana ULN pemerintah paling banyak dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi 22,1 persen dari total ULN pemerintah. Disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,8 persen, sektor pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,7 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,6 persen.

Dari sisi struktur, utang pemerintah dinilai tetap terkendali karena hampir seluruhnya merupakan utang berjangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah.

Berbeda dengan pemerintah, posisi ULN swasta justru mengalami penurunan. Pada Kuartal IV 2025, utang luar negeri swasta tercatat sebesar 192,8 miliar dolar AS, turun dari posisi Oktober 2025 yang mencapai 194,5 miliar dolar AS.

Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya utang perusahaan nonlembaga keuangan. Secara sektoral, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,9 persen dari total ULN swasta.

Mayoritas ULN swasta juga masih didominasi oleh utang berjangka panjang dengan porsi 76,3 persen dari total utang swasta.

Secara keseluruhan, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap dalam kondisi sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto yang turun menjadi 29,9 persen pada Kuartal IV 2025, serta dominasi utang berjangka panjang yang mencapai 85,7 persen dari total ULN nasional.**

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut