get app
inews
Aa Text
Read Next : Ratusan Dapur MBG Disetop Sementara, BGN Temukan 717 SPPG Belum Urus Sertifikat Higiene

Program Makan Bergizi Gratis Meluas di Bandung, DPR Dorong Pengawasan Lebih Ketat

Senin, 09 Maret 2026 | 14:47 WIB
header img
Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya saat menghadiri sosialisasi program MBG di Graha Arroma Bedas Center, Kabupaten Bandung. Foto: Ist

BANDUNG, iNewsPurwakarta.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung masa depan generasi Indonesia. Program yang menjadi bagian dari kebijakan nasional tersebut kini semakin meluas di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bandung.

Sosialisasi program MBG digelar di Graha Arroma Bedas Center, Kabupaten Bandung, pada Kamis (5/3) mulai pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya, Kepala KPPG Cirebon Yulian Septa Pratama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga Kabupaten Bandung yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Romy Romaya menjelaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai mitra kerja Komisi IX DPR RI memiliki peran strategis dalam memperkuat koordinasi, sinergi, dan integrasi berbagai program gizi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Keberadaan Badan Gizi Nasional menjadi langkah strategis untuk memastikan program-program gizi berjalan terkoordinasi dengan baik. Tentu saja keterlibatan masyarakat juga penting sebagai kontrol agar program ini berjalan berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi masa depan bangsa,” ujar Asep Romy.

Ia juga memaparkan perkembangan program MBG di Kabupaten Bandung yang menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga awal Maret 2026, sekitar 250 dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah berdiri dan tersebar di sejumlah kecamatan.

“Di Kabupaten Bandung, program Makan Bergizi Gratis per awal Maret 2026 ini sudah berdiri lebih kurang 250 dapur sehat yang tersebar di beberapa kecamatan. Bisa dibayangkan melalui program ini ada banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Asep Romy, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Setiap dapur sehat diketahui melibatkan puluhan tenaga kerja dari wilayah setempat.

“Selain itu, terdapat kurang lebih 47 orang petugas yang bekerja di wilayah dapur berada. Artinya dengan berjalannya program ini dapat pula meningkatkan angka pekerja di daerah,” tambahnya.

Komisi IX DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. DPR juga mendorong Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program agar tepat sasaran serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Adapun sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis mencakup peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Program ini juga menyasar siswa pendidikan kejuruan (SMK), pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, serta para santri di pesantren.

Selain itu, kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui juga menjadi prioritas penerima manfaat dalam program tersebut.

Melalui program MBG, pemerintah berharap kualitas gizi masyarakat Indonesia dapat terus meningkat sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. ***

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut