Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Si Jago Merah Mengamuk di Pasar Rebo Purwakarta, Puluhan Kios Ludes Dilalap Api
Advertisement . Scroll to see content

Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Pembeli di Purwakarta Mulai Kurangi Belanja

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:56 WIB
  • author irwan
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Pembeli di Purwakarta Mulai Kurangi Belanja
Warga saat berbelanja cabai rawit merah dan sayuran di Pasar Rebo Purwakarta. (Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Harga cabai rawit merah dan sejumlah komoditas sayuran di pasar tradisional Kabupaten Purwakarta mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang maupun masyarakat karena berdampak langsung pada pengeluaran kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan pantauan di Pasar Rebo Purwakarta, Kamis (11/6/2026), harga cabai rawit merah mencapai Rp80 ribu per kilogram. Angka tersebut naik sekitar Rp20 ribu dibandingkan harga normal yang biasanya berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai, sejumlah komoditas sayuran lainnya juga mengalami kenaikan harga. Kentang yang sebelumnya dijual Rp15 ribu per kilogram kini menjadi Rp18 ribu per kilogram. Kembang kol melonjak dari Rp15 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram, sedangkan brokoli naik dari Rp16 ribu menjadi Rp26 ribu per kilogram. Harga buncis juga mengalami kenaikan dari Rp12 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.

Pedagang sayuran di Pasar Rebo Purwakarta, Jeje Jaenudin, mengatakan kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas pangan, termasuk bawang putih dan kemiri.

“Cabai rawit merah sekarang sudah Rp80 ribu per kilogram. Sayuran juga banyak yang naik, termasuk bawang putih dan kemiri,” ujar Jeje.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca yang kurang mendukung produksi hingga meningkatnya kebutuhan pasar. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai turut mendorong permintaan sejumlah bahan pangan.

“Permintaan meningkat, sementara pasokan tidak bertambah banyak. Ditambah faktor cuaca dan distribusi, akhirnya harga ikut naik,” katanya.

Jeje juga menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga beberapa komoditas yang bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.

Lonjakan harga tersebut mulai dirasakan masyarakat. Banyak pembeli mengaku harus menyesuaikan pola belanja agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Salah seorang pembeli, Evi, mengatakan dirinya kini lebih selektif dalam membeli kebutuhan dapur.

“Kalau harga cabai dan sayuran naik terus, terpaksa belinya dikurangi supaya cukup untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan pembeli lainnya, Ayi. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pangan yang terus mengalami kenaikan.

“Harapannya harga bisa kembali normal karena kebutuhan sehari-hari semakin berat,” kata Ayi.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan agar lonjakan harga tidak berlangsung lama, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam beberapa waktu ke depan. ***

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut