Kasus Satpam PJT II Tewas Terborgol Belum Terkuak, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Hampir sepekan berlalu sejak penemuan jasad Sumarna (43), petugas keamanan (satpam) PJT II, yang ditemukan tewas dengan kedua tangan terborgol di kawasan Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Hingga kini, misteri pembunuhan tersebut masih belum berhasil diungkap aparat kepolisian.
Satreskrim Polres Purwakarta terus mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik kematian korban yang menggegerkan masyarakat. Namun, proses pengungkapan kasus menemui sejumlah kendala, terutama karena minimnya saksi dan tidak adanya kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan penyidik masih mengumpulkan berbagai alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap pelaku pembunuhan.
"Kami masih melakukan pendalaman. Kendalanya, di lokasi tidak ada CCTV, kemudian saat kejadian berlangsung dini hari sehingga lokasi dalam keadaan sepi dan tidak ada saksi yang melihat langsung," ujar AKP I Made Purwantara.
Selain mengumpulkan alat bukti, polisi juga mendalami dugaan adanya keterlibatan kelompok geng motor dalam kasus tersebut. Dugaan itu masih terus ditelusuri seiring ditemukannya sejumlah petunjuk baru, termasuk dua borgol yang ditemukan saat olah tempat kejadian perkara (TKP) tambahan.
Di sisi lain, hasil autopsi terhadap jasad Sumarna telah diterima penyidik. Namun, kepolisian belum dapat mengungkap isi hasil autopsi kepada publik karena penyampaiannya merupakan kewenangan tim dokter forensik.
Meski menghadapi berbagai hambatan, Polres Purwakarta memastikan penyelidikan akan terus dilakukan hingga pelaku berhasil diidentifikasi dan ditangkap. Polisi berharap pengembangan alat bukti serta informasi dari masyarakat dapat menjadi titik terang dalam mengungkap kasus pembunuhan satpam PJT II yang hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.***
Editor : Iwan Setiawan