TPA Cikolotok Purwakarta Kembali Terbakar, Api Melanda 1 Hektare di Enam Titik
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok di Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kembali terbakar pada Selasa (6/10/2026) malam. Api melanda areal timbunan sampah seluas sekitar satu hektare dan tersebar di sejumlah titik.
Kebakaran sempat membuat api membesar di antara tumpukan sampah. Kobaran api terlihat jelas dalam sejumlah video amatir yang direkam warga dan petugas di lokasi.
Kondisi timbunan sampah yang kering akibat musim kemarau, ditambah banyaknya material mudah terbakar seperti plastik, membuat api dengan cepat merembet ke area sampah di sekitarnya.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengerahkan lima unit mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api.
Namun, proses pemadaman tidak mudah. Sejumlah titik api berada cukup jauh dari akses jalan sehingga petugas harus menjangkau lokasi dengan menerobos area timbunan sampah.
Kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam 30 menit, petugas akhirnya berhasil menjinakkan kobaran api utama.
Meski demikian, petugas masih melakukan proses pendinginan. Air terus disemprotkan ke sejumlah bagian timbunan sampah yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.
Petugas Damkar Purwakarta, Cepi Supriyadi, mengatakan proses pendinginan masih dilakukan di sejumlah titik karena timbunan sampah berpotensi menyimpan bara api.
"Alhamdulillah api sudah berhasil dijinakan. Ya, masih pendinginan. Yang terbakar SEKITAR satu hektare dan di enam titik," ujarnya.
Sementara itu, hingga proses pemadaman dan pendinginan berlangsung, penyebab kebakaran belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang membakar areal TPA Cikolotok tersebut.
Kebakaran TPA Cikolotok ini kembali menjadi perhatian karena lokasi tersebut merupakan tempat penampungan dan pemrosesan sampah dalam jumlah besar. Kondisi timbunan sampah yang mudah terbakar membuat penanganan kebakaran membutuhkan waktu dan upaya ekstra.
Editor: Iwan Setiawan