BGN Ultimatum Dapur MBG: Tak Urus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, Operasional Akan Disetop

Tatang Budimansyah
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya saat meninjau dapur SPPG Sempur di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. (Foto: Istimewa).

“Jadi SPPG wajib menginformasikan hari ini menunya apa, kandungan, gizinya termasuk harganya berapa. Misalkan hari ini nasi, kemudian ayam teriyaki, lalu steam wortel dan buncis, buahnya pisang, nah itu harus ada harganya,” jelas Sony.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyaluran dan Penyediaan BGN Brigjen (Purn) Suardi Samiran menegaskan kualitas makanan dalam program MBG tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajiannya.

Menurutnya, standar keamanan pangan harus diterapkan secara menyeluruh pada setiap tahapan operasional dapur SPPG. Melalui kegiatan bimbingan teknis penjamah makanan dan percepatan penerbitan SLHS, pemerintah ingin memastikan seluruh petugas memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai.

“Selain itu, percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) menjadi salah satu prioritas penting sebagai bentuk komitmen dan pertanggungjawaban SPPG dalam menyediakan makanan bergizi yang aman, higienis, dan memenuhi standar sanitasi,” ujar Suardi.

Editor : Iwan Setiawan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network