Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Komnas HAM: Pelaku Versi Polisi dan TNI Sinkron

Tatang Budimansyah
Komnas HAM menyatakan bahwa pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS versi polisi, sama dengan versi TNI. foto: Riyan Rizky/iNews.ID

"Pihak Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak yang non-TNI ya, masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," ujarnya.

Di sisi lain, dampak kasus ini juga merembet ke internal TNI. Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen Yudi Abrimantyo memutuskan mundur dari jabatannya. Langkah ini disebut sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan oknum BAIS yang terlibat dalam penyiraman air keras tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan bahwa penyerahan jabatan telah dilaksanakan pada Rabu (25/3/2026).

"Sebagai pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Aulia di Mabes TNI, Jakarta.

Editor : Iwan Setiawan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network