Ceramah Soal Mati Syahid Berujung Laporan Polisi, Jusuf Kalla: Fitnah Lebih Kejam dari Pembunuhan

Tatang Budimansyah
Jusuf Kalla (JK) saat menggelar konferensi pers di Jakarta terkait ceramah di UGM beberapa waktu lalu. (foto: Ari Sandita Murti/iNews.id)

Dalam penjelasannya, JK menyinggung konflik di Poso yang dipicu oleh isu agama, termasuk pemahaman tentang syahid dalam Islam dan martir dalam Kristen.

"Saya mendamaikan ini, apa saya menista agama, saya pertaruhkan jiwa saya masuk ke daerah itu. Saya tahu kenapa dia berbuat begitu, dia pikir ini perang agama (perang suci), siapa yang meninggal akan syahid untuk Islam, Kristen namanya martir, tapi saya berada di masjid, tidak mengerti martir, karena hampir sama syahid dengan martir, cuma bedanya caranya," ungkapnya.

Ia menegaskan, istilah syahid digunakan karena menyesuaikan dengan audiens di masjid yang dinilai lebih familiar dengan istilah tersebut dibandingkan martir.

"Kalau syahid mati karena membela agama, martir juga begitu mati karena membela agama. Jadi hanya istilah saja, saya di masjid maka saya pakai kata syahid karena kalau saya pakai kata martir jemaah tidak tahu," katanya.

Polemik ceramah tersebut berujung pada laporan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama sejumlah organisasi lainnya.

 

 

 

 

 

Editor : Iwan Setiawan

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network