Franoto menambahkan, pihak KAI bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat proses evakuasi serta pemulihan operasional perjalanan kereta.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur, termasuk area emplasemen, untuk sementara dinonaktifkan.
Hingga saat ini, penyebab pasti tabrakan serta jumlah perjalanan kereta yang terdampak masih dalam proses investigasi. KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala.
KAI juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan keselamatan, khususnya di area jalur rel dan perlintasan sebidang, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Editor : Iwan Setiawan
