Untuk kebutuhan irigasi, air yang harus dialirkan diperkirakan mencapai 1,95 miliar meter kubik. Sedangkan kebutuhan PDAM dan industri, termasuk pemenuhan kebutuhan air baku, mencapai sekitar 708 juta meter kubik hingga 31 Desember.
Dengan perhitungan tersebut, neraca ketersediaan air Waduk Jatiluhur hingga akhir 2026 masih berada pada posisi positif.
“Balancing-nya masih plus 976 juta meter kubik,” ungkap Anom.
Angka tersebut menjadi kabar positif di tengah musim kemarau, karena menunjukkan pasokan air Waduk Jatiluhur secara matematis masih memiliki ruang cadangan untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
Meski demikian, PJT II tetap melakukan pemantauan dan simulasi secara berkala. Pasalnya, kondisi cuaca serta debit air yang masuk ke Waduk Jatiluhur dapat berubah mengikuti perkembangan musim.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
