Petani Nagara Panen Semangka di Tengah Cuaca Ekstrem, Bobot Buah Capai 14 Kg

Irwan
Petani perlihatkan semangka hasil panennya seberat 14 kilogram di kawasan Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Foto: Ist

HULU SUNGAI SELATAN, iNewsPurwakarta.id - Hamparan lahan semangka di kawasan Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, menjadi saksi geliat pertanian hortikultura yang terus berkembang. Di tengah cuaca ekstrem, petani setempat mampu menghasilkan semangka berkualitas dengan bobot mencapai 14 kilogram per buah.

Potensi tersebut dirayakan melalui Festival Panen Raya Semangka AMARA F1 bertajuk “Semarak Panen Raya AMARA F1” yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan bersama PT East-West Seed Indonesia (EWINDO), Selasa (22/9/2026).

Festival ini dihadiri sekitar 500 undangan, termasuk jajaran pejabat pemerintah daerah dan lebih dari 400 petani semangka dari kawasan Nagara.

Bupati Hulu Sungai Selatan Syafrudinnor, didampingi Wakil Bupati Suriani, Sekda Muhammad Noor, serta Kepala Dinas Pertanian Lutfiana, turut hadir dalam kegiatan yang menjadi momentum apresiasi terhadap kerja keras petani sekaligus penguatan sektor pertanian berkelanjutan.

Nagara yang meliputi Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara, dan Daha Barat dikenal memiliki hamparan lahan rawa serta kawasan perairan sungai yang mendukung aktivitas pertanian. Budidaya semangka di wilayah ini bahkan mencapai ratusan hektare.

Salah satu varietas yang banyak diandalkan petani adalah semangka AMARA F1, varietas hibrida nonbiji dari Cap Panah Merah.

Varietas ini dikembangkan dengan sejumlah keunggulan, mulai dari pertumbuhan tanaman yang vigor, kemampuan beradaptasi di dataran rendah, hingga ketahanan terhadap penyakit busuk batang atau Gummy Stem Blight.

Selain itu, AMARA F1 memiliki potensi hasil panen tinggi dengan karakteristik daging buah manis dan renyah. Keunggulan tersebut dinilai dapat membantu petani menjaga kualitas produksi sekaligus meningkatkan daya saing hasil pertanian.

Dalam sambutannya, Bupati Syafrudinnor menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mendorong kemajuan pertanian daerah.

“Panen raya ini merupakan hasil sinergi Pemerintah Daerah bersama PT East West Seed Indonesia (Cap Panah Merah), pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh, serta para petani,” ujarnya.

Sementara itu, Managing Director EWINDO Isak Heryawan mengatakan petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan benih, mitra penyalur, dan kelompok tani perlu terus diperkuat.

“Petani adalah ujung tombak ketahanan pangan nasional. Festival ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan bentuk apresiasi nyata atas kerja keras petani Nagara sebagai salah satu aktor penting penopang sistem pangan nasional, serta wadah untuk memperkuat transfer pengetahuan budidaya pertanian yang berkelanjutan,” kata Isak.

Tak hanya menjadi ajang perayaan hasil pertanian, festival ini juga menghadirkan berbagai kegiatan yang memadukan edukasi pertanian dengan kekayaan budaya lokal masyarakat Nagara.

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah Parade Jukung Hias. Sebanyak 50 perahu tradisional yang dihias secara kreatif oleh masyarakat berlayar menyusuri aliran Sungai Nagara, menghadirkan kemeriahan sekaligus menampilkan identitas budaya masyarakat yang lekat dengan kehidupan perairan.

Kemudian, Kontes Bobot Semangka turut memeriahkan kegiatan dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai kelompok tani.

Dalam kontes tersebut, semangka AMARA F1 berhasil mencatatkan bobot terberat mencapai 14 kilogram. Salah satu kelompok tani yang berpartisipasi adalah Kelompok Tani Rakat Mufakat dari Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan.

Bagi petani, keberhasilan panen bukan hanya soal besarnya buah, tetapi juga kualitas produksi dan keberlanjutan usaha tani.

Abdul Hamid, salah satu petani yang telah bertahun-tahun menggunakan benih semangka Cap Panah Merah, mengaku merasakan manfaat dari pendampingan dan perhatian pemerintah daerah bersama EWINDO.

“Kami para petani sangat bersyukur dan mengapresiasi perhatian Pemerintah Daerah serta EWINDO yang telah memfasilitasi acara ini. Varietas AMARA F1 sangat memuaskan bagi kami karena tanamannya tahan penyakit, perawatannya relatif mudah, dan hasil buahnya besar, manis, serta sangat disukai pasar,” ungkap Abdul Hamid.

Ia berharap dukungan pendampingan teknis dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan benih, serta petani dapat terus berlanjut agar pertanian di Nagara semakin berkembang.

Festival Panen Raya Semangka AMARA F1 pun menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarpelaku pertanian, mendorong pertukaran pengetahuan budidaya, sekaligus memperkenalkan potensi hortikultura Nagara yang menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Hulu Sungai Selatan.***

Editor : Iwan Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network