Dalam kondisi tersebut, pemilihan varietas yang memiliki ketahanan terhadap penyakit menjadi salah satu upaya untuk menekan risiko kerugian petani.
Laba TAVI F1 dikembangkan dengan ketahanan terhadap sejumlah penyakit utama, di antaranya layu bakteri (Ralstonia solanacearum), busuk batang atau akar akibat Phytophthora capsici, serta kompleks penyakit virus yang menjadi salah satu penyebab kegagalan budidaya cabai.
Selain ketahanan terhadap penyakit, varietas ini juga memiliki potensi produktivitas yang menjanjikan. Laba TAVI F1 diklaim mampu menghasilkan buah dengan bobot rata-rata 8 gram per buah dan potensi panen mencapai 18–23 ton per hektare.
Ketahanan tanaman terhadap penyakit diharapkan dapat membantu petani menjaga pertumbuhan, pembentukan buah, serta kualitas hasil panen di tengah tantangan perubahan iklim.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
