Jeritan Sunyi Reyfan: 28 Tahun Lumpuh Total di Rumah Tak Layak Huni
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Takdir hidup tak selalu berpihak. Muhamad Reyfan (28), seorang pria asal Kampung Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta, harus menjalani hidup dalam kondisi kelumpuhan total sejak ia dilahirkan.
Selama 28 tahun usianya, Reyfan tak pernah merasakan berdiri di atas tanah. Tubuhnya hanya terbaring lemah di atas kasur plastik sederhana, di dalam rumah yang kondisinya jauh dari kata layak huni. Pandangannya sering kosong menatap langit-langit rumah, seakan menyimpan pertanyaan besar tentang hidup yang tak pernah ia pahami.
Sesekali, Reyfan berteriak lirih. Bukan sekadar suara tanpa arti, namun seolah jeritan hati yang meminta pertolongan. Di benaknya, ia bertanya, “Mengapa saya harus seperti ini?”
Reyfan merupakan anak tunggal dari pasangan suami istri Tatang Mustopa dan Mulyani, warga RT 06 RW 06, Kelurahan Sindangkasih. Sang ayah, Tatang, hanya bisa pasrah menerima kenyataan pahit yang harus ia jalani bersama anaknya. Hingga kini, Tatang tidak memiliki penghasilan tetap, sementara kebutuhan hidup terus berjalan.
Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan membuat perawatan Reyfan jauh dari kata memadai. Rumah yang mereka tempati pun nyaris tak mampu memberikan kenyamanan, apalagi harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Di balik keterbatasan dan penderitaan yang dialami Reyfan, masih tersisa harapan. Harapan akan kepedulian sesama, akan uluran tangan para dermawan yang sudi membantu meringankan beban hidupnya.
Kisah Reyfan adalah potret nyata bahwa masih ada saudara-saudara kita yang hidup dalam keterbatasan ekstrem. Kepedulian dan empati kita bisa menjadi secercah cahaya bagi mereka yang selama ini hanya mengenal gelap dan sunyi. ***
Editor : Iwan Setiawan