get app
inews
Aa Text
Read Next : Akan Gelar Pementasan Sandiwara 'Selendang Sutra', Pegiat Budaya Purwakarta Tunggu Respons Bupati

Bang Ijo Sebut Tak Ikut Main Proyek, Tokoh Purwakarta Justru Curiga Ada Indikasi yang Tak Beres

Minggu, 01 Maret 2026 | 22:38 WIB
header img
Tokoh muda NU Purwakarta Deni Ahmad Haidar menanggapi soal isu disharmoni antara Saepul Bahri Binzein - Bang Ijo. foto: iNewsPurwakarta/tatang budimansyah

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Sejumlah tokoh menanggapi pernyataan Wakil Bupati Purwakarta Bang Ijo Hapidin yang dilontarkan melalui postingan video di akun Instagram miliknya.

Pada postingan video yang tayang pada Jumat (27/2/2026) tersebut, Bang Ijo menyatakan bahwa dia tak terlibat dalam urusan proyek.

Dia juga mengaku tak pernah cawe-cawe dalam penempatan jabatan pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta.

Aktivis muda Purwakarta Asep Saepudin menilai, pernyataan Bang Ijo itu justru mengindikasikan dugaan adanya ketidakberesan dalam tata kelola pemerintahan.

“Publik bisa berasumsi bahwa ada permainan proyek dan cawe-cawe di lingkungan Pemda Purwakarta,” ujar Asep, Minggu (1/3/2026).

Dikatakannya, pernyataan Bang Ijo di media sosial yang menegaskan dirinya tidak minta proyek dan tidak cawe-cawe dalam penempatan jabatan, bukanlah kalimat biasa.

Asep menilai itu adalah pernyataan politik. Dalam bidang pemerintahan, tidak ada pernyataan yang lahir tanpa konteks.

“Ketika seorang wakil kepala daerah merasa perlu menyampaikan hal itu, publik wajar membaca ini sebagai sinyal adanya persoalan serius dalam tubuh pemerintahan,” paparnya.

“Menurut saya, itu adalah bentuk ketidakmampuan dari seorang wakil bupati dalam menjalankan tugasnya seperti amanat UU No. 23 Tahun 2014,” imbuhnya.

Dihubungi secara terpisah, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Purwakarta Deni Ahmad Haidar mengatakan, sebagai kepala daerah, baik bupati maupun wabup memang tak boleh bermain proyek.

“Tak boleh minta proyek. Cawe-cawe dalam penempatan jabatan pegawai pun tak boleh. Pimpinan daerah justru harus memastikan meritokrasi pegawai berjalan dengan baik, dengan menempatkan pegawai yang baik pada posisi-posisi yang rentan terhadap penyelewengan,” ujar Deni.

Mengenai indikasi adanya dugaan permainan proyek dan intervensi dalam penempatan jabatan, Deni mempertanyakan kepada Bang Ijo mengapa dia melontarkan kalimat tersebut.

“Itu harus ditanya wabupnya soal bupati suka main proyek dan cawe-cawe. Kenapa dia bicara begitu,” imbuh mantan Ketua KPU Purwakarta itu. 

Soal isu keretakan hubungan antara Binzein dan Bang Ijo, Deni menilai, selama tidak ada pendelegasian wewenang dari bupati, posisi wabup memang pasif.

“Agak rancu jika disebut disharmoni, sebab disharmoni harus diantara yang punya wewenang. Wabup hanya akan 'hidup' jika diberi pendelegasian wewenang, atau (ketika) bupati berhalangan,” papar Deni.

Sebelumnya, dalam postingan video yang diunggah di Instagram, Bang Ijo mengaku ingin ada sikap saling menghargai antara dia dengan Binzein.

Ungkapan Bang Ijo itu sebagai respons atas isu terjadinya friksi antara dia dengan Binzein yang menjadi perbincangan publik.  

“Saya dan bupati sudah punya komitmen sebelum dilantik. Yang saya minta, saling menghargai, tak minta proyek, tak minta cawe-cawe dalam penempatan jabatan, sampai detik ini juga. Bahkan selama satu tahun ini saya sabar. Ada yang bilang wabup itu ban serep. Tidak apa-apa, saya pendam saja,” ujar Bang Ijo dengan bahasa yang dicampur dengan Bahasa Sunda.***

 

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut