get app
inews
Aa Text
Read Next : Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Viral, Begini Kata Polisi 

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Polisi Duga Pelaku Berjumlah Empat Orang 

Senin, 16 Maret 2026 | 15:55 WIB
header img
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, korban aksi penyiraman air keras. foto: Istimewa.

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berjumlah empat orang yang menggunakan dua sepeda motor saat menjalankan aksinya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan, para pelaku diduga sudah menunggu pergerakan korban sebelum melakukan serangan. Mereka disebut membuntuti Andrie setelah korban meninggalkan kawasan Cikini.

“Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban yang bergerak menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1," kata Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, aksi penyiraman terjadi di Jalan Salemba 1, tepatnya di persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 20.37 WIB. Polisi juga telah mengantongi rekaman kamera pengawas yang dinilai cukup jelas untuk membantu proses pengusutan perkara.

“Puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas sehingga ini sangat membantu di dalam proses penyelidikan dan penyidikan kami," ujarnya.

Berdasarkan rekaman tersebut, dua pelaku yang berada dalam satu sepeda motor melarikan diri dengan melawan arus di Jalan Salemba menuju Pasar Senen. Mereka kemudian bergerak ke Jalan Kramat Raya, melintasi kawasan Tugu Tani hingga ke arah Stasiun Gondangdia sebelum akhirnya menuju wilayah Jakarta Selatan.

Sementara itu, dua pelaku lainnya yang berada di sepeda motor berbeda mengambil rute lain setelah kejadian. Kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4 tidak berbalik arah dari lokasi kejadian, melainkan melaju lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2, kemudian bergerak ke kawasan Matraman hingga terpantau kamera pengawas menuju wilayah Jatinegara dan Jalan Otto Iskandar Dinata, Jakarta Timur.

"Kemudian untuk yang satu kendaraan yang ditumpangi OTK 3 dan OTK 4, dari lokasi kejadian yang bersangkutan tidak berputar arah, tapi lurus menuju Jalan Pramuka Sari 2. Nah dari Jalan Pramuka Sari 2, selanjutnya menuju Matraman, dan dari Matraman termonitor dari CCTV menuju wilayah Jatinegara, selanjutnya ke Jalan Otto Iskandar Dinata Jakarta Timur," ungkapnya.

Polisi juga melakukan analisis lanjutan dengan memadukan rekaman CCTV dan pengolahan digital terhadap jaringan komunikasi. Dari hasil analisis tersebut diketahui salah satu pelaku sempat mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian.

“Hasil analisis jaringan komunikasi menunjukkan, para pelaku selanjutnya berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan wilayah Bogor,” jelas dia.

Sebelumnya, Andrie Yunus diserang dua orang tak dikenal dengan cara disiram air keras setelah melakukan perekaman siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka bakar hingga 24 persen.

Kasus ini kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah sebelumnya berada pada tahap penyelidikan. Dengan peningkatan status tersebut, polisi menyatakan telah menemukan alat bukti awal terkait dugaan tindak pidana.

Meski demikian, hingga saat ini aparat kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut. Polisi menyatakan penetapan tersangka dapat dilakukan setelah proses penyidikan berkembang dan bukti yang cukup telah dikantongi.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut