Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gubernur Jakarta Pramono Anung Soal Pagar Tinggi di Mal Jakarta: Lebih Baik Perbanyak Pohon
Advertisement . Scroll to see content

Berkebun di Tengah Kota, Cara Baru Jawab Tantangan Pangan Nasional

Selasa, 05 Mei 2026 | 06:54 WIB
  • author irwan
Berkebun di Tengah Kota, Cara Baru Jawab Tantangan Pangan Nasional
Pemerintah bersama swasta melakukan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan berkebun di tengah kota.

JAKARTA, iNewsPurwkaarta.id - Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional kini semakin inovatif. Tidak lagi hanya bergantung pada sektor pertanian skala besar, pendekatan baru mulai diarahkan ke wilayah perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Menjawab tantangan tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI bersama PT East West Seed Indonesia (EWINDO) resmi meluncurkan Program LESTARI KOTA.

Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong masyarakat kota untuk ikut berperan aktif dalam produksi pangan melalui konsep urban farming. Dengan pendekatan edukatif berbasis praktik, LESTARI KOTA menghadirkan kelas berkebun, pelatihan hidroponik, hingga pendampingan langsung yang dirancang agar mudah diterapkan di lingkungan perkotaan.

Kick-off program telah dilaksanakan pada 30 April 2026, dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Agustus 2026. Peserta akan mengikuti sesi praktik secara berkala setiap dua minggu, mulai dari proses menanam hingga panen. Seluruh kegiatan dilakukan langsung di lingkungan Direktorat Jenderal Hortikultura, memanfaatkan kebun dan fasilitas yang tersedia sebagai sarana pembelajaran lapangan.

Menariknya, program ini melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Hortikultura sebagai peserta aktif. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi juga terjun langsung dalam proses budidaya tanaman. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar ilmu yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program LESTARI KOTA hadir di tengah berbagai tantangan, seperti urbanisasi, perubahan iklim, hingga potensi gangguan rantai pasok pangan. Dalam kondisi tersebut, kemampuan masyarakat untuk memproduksi pangan secara mandiri menjadi semakin penting.

Data menunjukkan potensi besar urban farming di Indonesia. Sensus Pertanian 2023 mencatat lebih dari 13 ribu unit usaha pertanian perorangan di sektor ini. Sementara di DKI Jakarta, produksi urban farming mencapai puluhan ribu ton hortikultura setiap tahunnya dan terus mengalami peningkatan.

Melalui program ini, inovasi pertanian tidak lagi identik dengan skala besar. Justru, pendekatan sederhana seperti hidroponik, penggunaan benih unggul, serta teknik budidaya efisien menjadi solusi yang relevan dan mudah diadopsi masyarakat.

Corporate Secretary EWINDO, Faisal Reza, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan inovasi yang inklusif.

“Program LESTARI KOTA merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya relevan bagi petani, tetapi juga bagi masyarakat luas, termasuk di wilayah perkotaan,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini membuka peluang bagi masyarakat kota untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Selain itu, hasil panen sendiri juga dapat meningkatkan kualitas konsumsi keluarga melalui akses terhadap sayuran segar.

LESTARI KOTA juga menjadi contoh nyata kolaborasi multipihak dalam menjawab isu strategis nasional. Dengan pendekatan yang aplikatif dan berkelanjutan, program ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran urban farming sebagai bagian penting dari sistem pangan masa depan.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut