Dua Korban Longsor di Curug Cileat Subang Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Resmi Ditutup
SUBANG, iNewsPurwakarta.id - Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan dua korban bencana tanah longsor yang terjadi di kawasan Curug Cileat, RT 14/RW 04, Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (16/05). Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian intensif sejak pagi hari.
Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung dengan melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Tagana, relawan hingga masyarakat setempat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bandung, Ade Dian Permana mengatakan, pencarian dimulai sejak pukul 07.30 WIB diawali briefing dan pembagian tugas kepada seluruh personel SAR.
“Pada pukul 08.00 WIB tim SAR gabungan melakukan assessment area menggunakan drone thermal guna mempercepat pencarian korban yang tertimbun longsor,” ujar Ade.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Korban pertama bernama Winda Lianbong (20) ditemukan pada pukul 11.23 WIB di koordinat 6°46'37.2"S 107°45'07.7"E. Tidak jauh dari lokasi penemuan pertama, tim kembali menemukan korban kedua atas nama Alda Apriliani (22).
“Setelah kedua korban berhasil ditemukan, tim SAR gabungan langsung melaksanakan proses evakuasi menuju rumah duka. Seluruh korban berhasil dievakuasi pada pukul 12.59 WIB,” tambahnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi diusulkan ditutup usai debriefing dan evaluasi pada pukul 13.10 WIB. Seluruh personel yang terlibat kemudian dikembalikan ke instansi dan kesatuan masing-masing.
Dalam operasi tersebut, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai peralatan pendukung seperti kendaraan operasional Basarnas, motor trail, ambulans, palsar mountaineering, drone thermal, alat komunikasi, hingga perlengkapan alat pelindung diri (APD).
Peristiwa longsor di kawasan wisata alam Curug Cileat itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana longsor, terutama saat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi melanda wilayah pegunungan dan perbukitan.
Editor : Iwan Setiawan