Angka Gangguan Bicara pada Anak Prasekolah di Indonesia Masih Tinggi
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Angka gangguan bicara dan bahasa pada anak usia prasekolah di Indonesia tergolong masih tinggi. Berdasarkan survei Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 2023, prevalensi gangguan bicara dan bahasa pada kelompok usia tersebut mencapai 5–8 persen.
Gangguan kemampuan berbahasa tidak hanya memengaruhi cara anak berkomunikasi, tetapi juga berdampak pada kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, membangun hubungan sosial, hingga mengembangkan keterampilan hidup.
Karena itu, penanganan sejak dini dinilai menjadi faktor penting agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Secara teoritis maupun empiris, penanganan anak berkebutuhan khusus memerlukan kolaborasi antara tenaga profesional, guru, dan keluarga. Atas dasar itu, orang tua perlu dibekali keterampilan agar mampu memberikan pendampingan dan intervensi yang tepat di lingkungan rumah.
Hal itulah yang melatarbelakangi Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar pelatihan bagi orang tua yang memiliki anak dengan hambatan berbahasa dan berkomunikasi.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam menyusun dan menerapkan program intervensi berbasis keluarga agar perkembangan kemampuan komunikasi anak dapat lebih optimal,” ujar Ketua tim pelaksana pelatihan, Ismawati Kosasih, M.Si.
Pelatihan dilaksanakan di Kabupaten Bandung melalui kerja sama antara Fakultas Ilmu Pendidikan UPI dan Pemerintah Kabupaten Bandung. Kegiatan berlangsung dalam dua tahap, yakni secara daring pada 1 Juli 2026 dan secara luring pada 8 Juli 2026 di SDN 02 Soreang. Sebanyak 16 orang tua mengikuti pelatihan tersebut.
Peserta memperoleh materi mengenai pentingnya deteksi dini hambatan berbahasa dan berkomunikasi, serta strategi penanganan yang tepat.
Selain itu, juga mengenai peran keluarga dalam proses intervensi, teknik intervensi yang dapat diterapkan di rumah, hingga cara menyusun program intervensi sesuai kebutuhan anak.
Materi disampaikan oleh dosen tetap Program Studi Psikologi UPI, yaitu Drs. Mif Baihaqi, M.Si., Dr. Dra. Herlina, M.Pd., Psikolog, serta Farhan Zakariyya, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
“Program ini terbukti efektif meningkatkan kemampuan orang tua dalam menyusun sekaligus menerapkan program intervensi bahasa dan komunikasi di rumah,” terang Ismawati.
Menurutnya, efektivitas pelatihan diukur melalui asesmen menggunakan metode pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Editor : Iwan Setiawan