Dedi Mulyadi Desak Polisi Ungkap Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur, Soroti Lemahnya Sistem Keamanan
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Misteri tewasnya Sumarna (42), petugas keamanan (satpam) objek vital Waduk Jatiluhur, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Menyikapi kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Mapolres Purwakarta pada Senin (27/7/2026) untuk memberikan dukungan kepada penyidik agar segera mengungkap pelaku di balik kematian korban.
Dalam kunjungannya ke Gedung Satreskrim Polres Purwakarta, Dedi menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut menjadi sangat penting karena menyangkut rasa aman masyarakat Jawa Barat.
"Kasus ini harus segera terungkap agar masyarakat merasa aman. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus mendukung aparat penegak hukum dalam mengungkap setiap tindak kriminal hingga tuntas," tegas Dedi.
Selain mendorong percepatan pengungkapan kasus, Dedi juga menyoroti lemahnya sistem pengamanan di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur. Menurutnya, kawasan strategis yang berfungsi sebagai penyedia air bersih, pembangkit listrik, pengendali banjir, hingga irigasi pertanian itu seharusnya dilengkapi sistem keamanan modern.
Ia meminta pengelola melakukan evaluasi menyeluruh dengan memasang CCTV di seluruh titik strategis yang terintegrasi dengan command center yang beroperasi selama 24 jam.
"Seluruh area penting harus dapat dipantau secara real time untuk mencegah tindak kriminal maupun ancaman terhadap objek vital nasional," ujarnya.
Sementara itu, Polres Purwakarta hingga kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban. Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti serta memeriksa sejumlah saksi.
Keluarga korban berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus tersebut sehingga pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Diketahui, Sumarna ditemukan meninggal dunia mengambang di perairan Tanggul Hayat, Waduk Jatiluhur, pada Jumat (24/7/2026). Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam dinas dengan kedua tangan terborgol ke belakang. Pada bagian depan dan belakang kepala korban juga ditemukan luka yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Kasus tersebut menjadi perhatian luas masyarakat karena korban merupakan petugas keamanan di kawasan objek vital nasional, sementara penyebab pasti kematiannya hingga kini masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.***
Editor: Iwan Setiawan