Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Warga Geger! Pria Pendiam di Purwakarta Ternyata Pelaku Pembunuhan Sadis
Advertisement . Scroll to see content

Hormati Syaikh Baing Yusuf, Warga Purwakarta Semarakkan Haol ke-172 dengan Twibbon

Jum'at, 31 Juli 2026 | 05:31 WIB
  • author Irwan
Hormati Syaikh Baing Yusuf, Warga Purwakarta Semarakkan Haol ke-172 dengan Twibbon
Semarakan Haol ke 172 Syaikh Baing Yusuf dengan Twibbon. Foto: Ist

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Nama besar Syaikh Baing Yusuf kembali menjadi perhatian masyarakat Purwakarta. Menjelang Haol ke-172 yang akan digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026, warga diajak tidak hanya mengenang sosok ulama besar tersebut, tetapi juga mengenalkan sejarah dan keteladanannya kepada generasi muda.

Syaikh Baing Yusuf atau K.H.R. Muhammad Yusuf bin R.A. Jayanegara dikenal sebagai salah satu ulama besar yang pernah bermukim dan menyebarkan syiar Islam di Purwakarta.

Jejak keilmuannya bahkan memiliki keterkaitan dengan sejumlah ulama besar Nusantara. Salah satunya Syekh Nawawi Al-Bantani yang kemudian dikenal memiliki banyak murid dari berbagai daerah dan negara, termasuk KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, serta KH Hasyim Asy'ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU).

Atas kiprah dan pengaruhnya tersebut, Syaikh Baing Yusuf kerap disebut sebagai salah satu mahaguru ulama Nusantara abad ke-19.

Kini, 172 tahun setelah wafatnya, penghormatan terhadap Syaikh Baing Yusuf masih terus dilakukan. Tidak hanya warga Purwakarta, masyarakat dari berbagai daerah juga turut hadir dan berkhidmat dalam Haol Syaikh Baing Yusuf.

Menariknya, untuk menyemarakkan Haol tahun ini, masyarakat juga diajak menggunakan twibbon sebagai sarana mengenalkan sosok Syaikh Baing Yusuf sekaligus mengedukasi generasi muda mengenai sejarah tokoh Islam di Purwakarta.

Founder Bela Purwakarta (BELPUR), Aa Komara Abu El-Dzikko, didampingi Humas BELPUR Sahril Sidiq Al-Betsuni, mengajak masyarakat tidak berhenti pada penggunaan twibbon, tetapi juga menghadiri langsung rangkaian Haol.

Menurutnya, momentum Haol menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan tokoh-tokoh teladan kepada anak-anak dan generasi muda.

"Tidak hanya menyemarakkan Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172 dengan twibbon sebagai sarana edukasi kesejarahan, lebih dari itu, mari hadiri pelaksanaan Haolnya. Ajak serta anak-anak kita. Sudah waktunya generasi penerus ini diakrabkan dengan tokoh-tokoh teladan yang terbukti memiliki jasa besar untuk Purwakarta dan syiar Islam," ujar Aa Komara.

Ia menilai, pengenalan sejarah dan keteladanan tokoh lokal menjadi semakin penting di tengah berbagai persoalan moral yang melibatkan kalangan remaja.

Ia menyinggung sejumlah kasus kriminal yang melibatkan anak di bawah umur di Purwakarta, termasuk kasus tewasnya seorang satpam di kawasan Waduk Jatiluhur yang hingga kini menjadi perhatian masyarakat.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa generasi muda membutuhkan figur teladan dan lingkungan yang mampu mengarahkan mereka kepada kegiatan positif.

"Generasi penerus ini jangan sampai kehilangan arah akibat minimnya suri keteladanan. Padahal, kurang bagaimana Purwakarta yang notabene memiliki tokoh besar seperti Syaikh Baing Yusuf ini," katanya.

Aa Komara berharap Haol ke-172 Syaikh Baing Yusuf dapat menjadi ruang untuk menguatkan kembali kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan identitas daerah.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa Purwakarta memiliki warisan sejarah dan keilmuan yang panjang, termasuk dari para ulama yang dahulu berperan dalam penyebaran Islam.

"Momentum Haol ke-172 menjadi ruang strategis untuk mengakrabkan generasi muda, termasuk remaja di bawah umur, agar tersadar dan terinspirasi bahwa Purwakarta ini harus dijaga marwahnya, dilindungi nama baiknya, dirawat dan dicintai sepenuh hati," ujarnya.

Ia berharap generasi muda Purwakarta kelak mampu mengikuti jejak Syaikh Baing Yusuf dengan cara berkontribusi melalui kegiatan-kegiatan positif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Haol Syaikh Baing Yusuf ke-172 sendiri akan dilaksanakan pada Minggu, 2 Agustus 2026, mulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB.

Aa Komara menegaskan, melestarikan sejarah dan mengenang tokoh-tokoh yang berjasa merupakan tanggung jawab bersama. Terlebih, nilai-nilai keteladanan dari para ulama dinilai penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Semoga kegiatan Haol ini dapat memotivasi para generasi penerus bahwa mereka juga dapat menjadi sosok yang dihormati seperti halnya Syaikh Baing Yusuf, dengan catatan terus beraktivitas dan berkontribusi dalam kebaikan, bukan sebaliknya menjadi generasi destruktif yang merusak Purwakarta dan dirinya sendiri," pungkasnya.***

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut