Gubernur Jakarta Pramono Anung Soal Pagar Tinggi di Mal Jakarta: Lebih Baik Perbanyak Pohon
JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai keberadaan pagar yang terlalu tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dapat mengurangi kenyamanan masyarakat. Menurutnya, ruang kota akan terasa lebih ramah jika area mal dipenuhi pepohonan dibandingkan dibatasi pagar yang menjulang.
Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melarang pemasangan pagar tinggi di kawasan pusat perbelanjaan. Namun, ia menilai penggunaan pagar yang berlebihan tidak sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan kota yang nyaman.
“Jadi, untuk larangan itu terus terang memang tidak secara spesifik. Tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan,” ucap Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Ia mengatakan penataan kota Jakarta harus terus diarahkan menjadi lebih terbuka, hijau, dan ramah bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, pagar di area mal tidak perlu dibuat terlalu tinggi.
“Saya berpikir pagarnya itu nggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka,” ujar Pramono.
“Kalau untuk daerah lain saya nggak mau ikut campur, tapi untuk Jakarta saya berkeinginan betul bahwa masyarakat semuanya merasa aman, nyaman,” katanya.
Sebelumnya, Pramono menyatakan akan berkoordinasi dengan para operator mal untuk menertibkan pagar-pagar tinggi yang berdiri di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta. Menurutnya, keberadaan pagar tersebut dapat memunculkan kesan bahwa kondisi keamanan ibu kota sedang memburuk.
Ia menegaskan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang aman dan nyaman, baik bagi masyarakat maupun para pelaku usaha, termasuk pengelola properti, perkantoran, dan pusat perbelanjaan.
“Saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu. Sebab, jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja,” ujar Pramono saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Editor : Iwan Setiawan