get app
inews
Aa Text
Read Next : Hari ke-10 Kasus Satpam PJT II Tewas Terborgol, Ketua RW : Warga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong

Hadapi Kemarau 2026, PJT II Andalkan OMC dan Sistem Gilir-Giring Jaga Pasokan Air Waduk Jatiluhur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 18:34 WIB
header img
Bendungan Jatiluhur. Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Perum Jasa Tirta (PJT) II memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum selama musim kemarau 2026. Meski tinggi muka air (TMA) Waduk Jatiluhur terus mengalami penurunan, pasokan air untuk masyarakat, irigasi, industri hingga pembangkit listrik dipastikan masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, mengatakan musim kemarau menjadi periode yang membutuhkan pengelolaan sumber daya air secara adaptif dan terintegrasi. Karena itu, PJT II menggandeng sejumlah pemangku kepentingan untuk memastikan kebutuhan air di berbagai sektor tetap terpenuhi.

"Melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, kami berupaya memastikan ketersediaan air di DAS Citarum tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, irigasi, industri, serta berbagai sektor strategis lainnya," ujar Imam.

Data PJT II mencatat, Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Jatiluhur yang sempat mencapai elevasi +106,79 mdpl pada 8 Juni 2026 kini turun menjadi +99,37 mdpl per 5 Agustus 2026. Artinya, permukaan air menyusut hingga 7,42 meter dalam waktu 58 hari akibat musim kemarau.

Meski demikian, kondisi waduk masih dinilai aman dengan volume efektif mencapai 857,10 juta meter kubik. Bahkan, proyeksi operasi waduk menunjukkan ketersediaan air hingga akhir Desember 2026 diperkirakan masih mencapai 1.037,28 juta meter kubik.

Untuk menambah cadangan air, PJT II bersama BMKG, BBWS Citarum, PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, dan PT PLN Nusantara Power UP Cirata melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2026. Penyemaian awan dilakukan secara responsif berdasarkan analisis kondisi atmosfer agar mampu meningkatkan inflow ke Waduk Kaskade Citarum.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II, Anton Mardiyono, mengatakan OMC menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga volume tampungan air selama musim kemarau.

"Melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, kami berharap inflow ke Waduk Kaskade Citarum dapat terus meningkat sehingga volume tampungan air tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, irigasi, industri, sekaligus mendukung ketahanan air, pangan, dan energi nasional," katanya.

Selain OMC, PJT II juga menerapkan sistem gilir-giring, yakni pola distribusi air secara bergilir untuk memastikan pasokan air irigasi tetap merata di tengah keterbatasan debit. Pengaturan distribusi dilakukan mengacu pada Rencana Tata Tanam Global (RTTG) agar jadwal tanam petani tetap berjalan sesuai rencana.

Tak hanya itu, PJT II juga melakukan penanganan darurat terhadap sejumlah infrastruktur sumber daya air yang berada dalam kondisi kritis. Perbaikan dilakukan pada tanggul saluran sekunder, titik-titik rawan kebocoran, hingga bangunan air guna menjaga keandalan sistem distribusi selama musim kemarau.

Melalui berbagai langkah tersebut, PJT II optimistis ketersediaan air di DAS Citarum tetap terjaga sehingga mampu menopang kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, industri, hingga pembangkit listrik sepanjang musim kemarau 2026.***

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut