Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, RSUD Bayu Asih Bagikan Masker ke Pengunjung
Advertisement . Scroll to see content

5 Gunung Api Indonesia Berstatus Siaga, Anak Krakatau Masih Jadi Sorotan

Selasa, 08 September 2026 | 19:33 WIB
  • author Ari Sandita Murti
5 Gunung Api Indonesia Berstatus Siaga, Anak Krakatau Masih Jadi Sorotan
BNPB mengungkap lima gunung api di Indonesia saat ini berstatus Siaga atau Level III. Salah satunya Gunung Anak Krakatau yang belum lama ini mengalami erupsi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap lima gunung api di Indonesia saat ini berstatus Siaga atau Level III. Salah satunya Gunung Anak Krakatau yang belum lama ini mengalami erupsi.

"Jadi kita memang sekarang ini ada lima gunung yang sedang level 3 atau level siaga. Namun, kami akan coba nanti menjelaskan mengenai situasi Gunung Anak Krakatau," ujar Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

Lima gunung api yang berstatus Level III atau Siaga tersebut adalah Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara; Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda antara Lampung dan Banten; Gunung Merapi yang berada di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah; Gunung Semeru di Jawa Timur; serta Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Untuk Gunung Anak Krakatau, Berton mengatakan aktivitas vulkaniknya masih berada pada status Siaga. Masyarakat maupun wisatawan pun direkomendasikan tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif.

Berdasarkan analisis citra satelit, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini bergerak ke arah barat mengikuti arah angin dengan kecepatan sekitar 15 knot.

"Gunung Anak Krakatau, kalau kita lihat dari gambar ini arah angin sekarang bersama abunya sudah bergerak ke arah barat sesuai analisis citra satelit dengan kecepatan angin 15 knot. Jadi kalau kita lihat SIGMET-nya atau signifikan meteorologisnya saat ini abu vulkanik tersebut lebih cenderung mengarah ke Laut Hindia," tuturnya.

Menurut Berton, arah pergerakan abu tersebut membuat sejumlah wilayah di Lampung, Jawa Barat, Banten, hingga Jakarta relatif lebih kondusif dari dampak paparan abu vulkanik.

Seiring perkembangan kondisi tersebut, delapan bandara yang sebelumnya sempat menghentikan operasional kini telah kembali dibuka setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.

BNPB juga melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik. Salah satunya dengan menggelar operasi modifikasi cuaca menggunakan metode cloud seeding.

"BNPB sudah melakukan respons terhadap keadaan abu yang ada di sekitar Banten, Jawa Barat, DKI maupun Lampung. BNPB sudah melakukan operasi modifikasi cuaca melalui metode cloud seeding," katanya.

Dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau juga berpengaruh terhadap sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan telah menginstruksikan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sejumlah wilayah yang terdampak sebaran abu vulkanik, termasuk di Jakarta, Banten, dan Lampung.

Kebijakan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Pelaksanaan PJJ pun disesuaikan dengan perkembangan situasi di masing-masing daerah.

"Di beberapa lokasi di DKI, Banten, dan di beberapa kabupaten/kota sudah dilakukan PJJ, dan ada yang membuka, ada yang buka besok hari, ada juga sampai besok hari. Ini sangat dinamis melihat situasi yang ada di lapangan," ujar Berton.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut