Di Tengah Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Hilang Kontak, Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi
Lampung Selatan, iNewsPurwakarta.id - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, masih tinggi dan berfluktuasi. Dalam periode pengamatan Kamis (10/9/2026) pukul 06.00-12.00 WIB, gunung api tersebut kembali mengalami satu kali letusan disertai sejumlah gempa vulkanik.
Aktivitas erupsi itu turut terekam kamera relawan yang berada di lapangan dalam rangka operasi pencarian lima jurnalis, termasuk jurnalis iNews dan tiga orang kru yang hilang kontak di perairan sekitar Krakatau.
Data Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau mencatat letusan tersebut memiliki amplitudo maksimum 47 milimeter dengan durasi selama 17 detik.
Selain letusan, petugas juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan selama enam jam pengamatan. Tercatat tiga kali Gempa Low Frequency, satu kali Gempa Hybrid/Fase Banyak, dan lima kali Gempa Vulkanik Dangkal.
Pada periode yang sama, aktivitas Microtremor/Tremor Menerus juga terpantau dengan amplitudo 1-6 milimeter dan dominan berada pada 2 milimeter.
Secara visual, kondisi tubuh Gunung Anak Krakatau sebagian besar tertutup kabut tebal dengan skala 0-III. Akibatnya, hembusan asap kawah tidak dapat diamati secara langsung dari pos pemantauan.
Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar perairan Krakatau dilaporkan cerah hingga berawan. Angin bertiup lemah menuju arah utara dan barat laut.
Hingga Kamis siang, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat dan pihak-pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan.
Masyarakat, wisatawan, nelayan, maupun pendaki diimbau tidak mendekati ataupun melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Larangan tersebut diberlakukan untuk mengantisipasi potensi lontaran material pijar serta paparan gas beracun.
Di tengah proses pencarian lima jurnalis dan tiga kru yang hilang kontak, masyarakat di wilayah pesisir juga diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga diminta mengikuti perkembangan situasi melalui informasi resmi PVMBG dan instansi terkait di lapangan.
Editor: Iwan Setiawan