PURWAKARTA, iNews.id - Penangkapan A (70), oknum guru ngaji yang diduga mencabuli 4 muridnya oleh pihak Polsek Plered, membuat warga sekitar tempat tinggalnya di Kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat, kaget.
Pasalnya, pelaku A merupakan sosok guru ngaji di lingkungan setempat di desa tersebut.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, pelaku dikenal aktif di lingkungan masjid. Namun, kurang bersosialisasi dan tidak aktif di kegiatan masyarakat.
"Iya beliau aktif dilingkungan masjid. Kalau dilingkungan mah, emang Pak A kurang aktif gitu, cuman sapa-sapa aja jarang ngobrol," ujar Jaja Rahmat Syahdi (70) selaku tokoh masyarakat Desa Babakansari kepada wartawan, Jumat (30/9/2022).
Jaja yang juga tetangga pelaku itu mengaku kaget dan terkejut saat mengetahui bahwa A yang aktif di masjid itu bisa ditangkap karena aksi pencabulan.
"Kaget saya pas tahu A dibawa ke Polsek Plered, saya kira kasus apa, ternyata kasus pencabulan. Padahal dia sudah menjadi guru ngaji sekitar tiga sampai empat tahun yang lalu," ucap Jaja.
Hal yang sama disampaikan Asep Sumantri (32). Ia mengatakan bahwa pelaku memang jarang berkomunikasi di lingkungannya.
"Padahal keluarganya aktif, rumahnya kadang jadi tempat posyandu yang dilakukan oleh istrinya," ucap Asep.
Asep yang merupakan warga Desa Babakansari mengatakan bahwa pelaku hanya dikenal di lingkungan masjid saja.
"Dia mah rajin di lingkungan masjid, kalau salat Jumat juga dia dari 10.30 WIB udah ada di masjid. Kegiatan-kegiatan masjid juga bantu-bantu, tapi kalau di lingkungan rumahnya mah engga sih," ujarnya.
Adapun saat ini pelaku A telah berada di Mapores Purwakarta, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurut Kapolres Purwakarta AKBP Edwar Zulkarnain, motif pelaku memberi uang jajan kepada korban.
"Motifnya, pelaku memberi uang jajan kepada korban. Kalau alasan mencabuli korban, katanya kesepian," ucap Kapolres.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait