BANYUMAS, iNewsPurwakarta.id - Andai saja Raden Joko Kahiman masih hidup, sosok kharismatik ini dipastikan akan bangga menyaksikan wajah kekinian Kabupaten Banyumas. Bupati pertama Banyumas ini bakal berucap syukur karena para penerusnya mampu mengejawantahkan ekspektasinya. Cita-citanya tentang tanah yang makmur, berkeadilan, dan berakar kuat pada budaya perlahan menemukan bentuknya.
ALAM tetap dirawat, nilai budaya dan adat istiadat dijaga, serta sikap guyub menjadi karakter yang telah mengakar kuat dari generasi ke generasi. Raden Joko Kahiman pun dipastikan akan mengapresiasi para penerusnya yang bertekad mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.
Raden Joko Kahiman adalah Bupati Banyumas pertama yang berjuluk Adipati Mrapat. Dilansir dari banyumaskab.go.id, sosok kharismatik ini merupakan putra dari Raden Banyaksasro.
Menurut sejarah, Raden Banyaksasro adalah putra Raden Baribin, Pangeran Majapahit yang dijodohkan dengan Dyah Ayu Ratu Pamekas, putri Raja Pajajaran.
Raden Joko Kahiman adalah seorang satria yang patut diteladani oleh warga Kabupaten Banyumas. Perilaku altruistis tercermin dalam pribadinya. Yakni, perilaku tulus mengutamakan kepentingan, kesejahteraan, dan kebaikan orang lain di atas kepentingan diri sendiri, tanpa pamrih.
Beranjak dari tekad itulah Kabupaten Banyumas terus bertumbuh. Tak hanya wilayah perkotaan yang bersolek, desa pun punya komitmen dan berpartisipasi yang sama dalam mengakselerasi pembangunan.
Lihat saja Desa Melung, misalnya. Jauh dari hingar-bingar kota, ada cerita menarik dari desa yang berada di Kecamatan Kedungbanteng ini. Desa ini bukan tipe pesolek berlebihan yang genit ingin meraih pujian. Pesonanya justru terpancar dari sikap apa adanya. Ya, sikap yang tak dibuat-buat itu malah menjadi magnet. Tak mengherankan jika Desa Melung diganjar sebagai Juara 1 Desa Wisata Nusantara.
“Yang pasti, konsep yang diterapkan adalah bagaimana agar warga bisa berdaya melalui potensi desa yang ada, meningkatkan Pendapatan Asli Desa, meningkatkan kesejahteraan warga, dan mampu mengurangi jumlah pengangguran,” ujar Timbul Yulianto, pengelola Desa Wisata Melung kepada iNewsPurwakarta.id melalui sambungan telepon, Kamis, 12 Februari 2026.
Desa Wisata Melung yang menjuarai Desa Wisata Nusantara 2025. Foto: Timbul Yulianto
Timbul mengungkapkan, pada awalnya dia bersama warga lain mafhum bahwa banyak potensi desa yang belum dikelola dengan baik. Alam Melung memiliki keindahan, ditopang dengan sikap guyub warganya yang terjaga dengan baik.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
