Jamu Tak Selalu Harus Digendong, Ini Jamu Digital Lho!

Tatang Budimansyah
Susi Suryani menyiapkan produk jamu buatannya untuk segera dipasarkan. foto: iNewsPurwakarta/tatang budimansyah.

Banyak yang tak menyangka bahwa produk minuman herbal Susi ini diproduksi di rumahnya. Semua jenis kemasan yang digunakan, tak kalah dengan produk yang dibuat di pabrik modern. Untuk memproduksi minuman herbal, Susi kini dibantu oleh lima orang pekerja.

Susi tak kesulitan memperoleh bahan baku. Dia bekerja sama dengan petani lokal. “Saya meracik jamu dari tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita. Ratusan jenis tanaman herbal tersedia di mana-mana. Tak akan sulit mencarinya,” ujarnya.

Menggempur Covid-19 dengan Gempur

Memasuki era digitalisasi, Susi mafhum akan pentingnya platform digital untuk keberlangsungan usahanya. Dia mengaku mulai tergugah mengakrabi platform digital pada saat Tanah Air diterjang pandemi Covid-19.

Kebijakan pemerintah menerapkan lock down saat itu, mau tak mau berimbas kepada banyaknya UMKM yang terpaksa gulung tikar. Alih-alih terpuruk dan meratapi usahanya yang diprediksi bakal sepi pembeli, Susi malah tergerak untuk ‘memanfaatkan’ masa pandemi dengan mengenalkan produknya.

“Pada masa pandemi, tahun 2020, varian minuman herbal yang saya kasih nama Gempur jadi booming. Laku di pasaran. Alhamdulillah, Gempur bisa memulihkan stamina dan menjaga imunitas, khususnya mereka yang positif terjangkit Corona. Hingga saat ini sebagian masih menjadi pelanggan saya,” ujarnya.

Untuk menjangkau lebih luas pelanggan, Susi memanfaatkan media sosial dan marketplace dalam pemasaran. Dibantu dengan seorang admin, Susi kini aktif di sejumlah platform media sosial, “Saya sering live. Hasilnya alhamdulillah,” tuturnya.

Yang menarik, saat live dia tak hanya mengenalkan produk, tetapi juga sering menjadi ‘konsultan’ untuk segala hal yang berkaitan dengan dunia perjamuan.

Dia menjelaskan, dibanding dengan cara konvensional, pemasaran dengan memanfaatkan ekosistem digital jauh lebih menguntungkan. Perbedaannya sangat signifikan.

“Karena, saya bisa menjangkau lebih luas pelanggan, lebih efektif dan efisien, serta lebih leluasa mengenalkan produk. Pasar menjadi tak berbatas. Maka, bagi saya digital marketing bukan saja pilihan, tapi sudah menjadi keharusan,” ujarnya.

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network