LOMBOK UTARA, iNewsPurwakarta.id – Seorang turis perempuan asal luar negeri membuat keributan di sebuah rumah ibadah di kawasan wisata Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, saat malam Ramadan. DIa memprotes suara tadarusan yang menggunakan pengeras suara dan aksinya terekam video hingga viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar luas, perempuan tersebut mendatangi sumber suara sambil melontarkan umpatan. Dia berusaha mendekati warga yang tengah membaca Al-Qur’an untuk meminta kegiatan itu dihentikan. Situasi pun memanas ketika sejumlah warga mencoba menghalangi tindakannya, hingga terjadi adu mulut di lokasi.
Turis itu mengaku merasa terganggu dengan lantunan ayat suci yang diperdengarkan melalui speaker. Namun aksinya dinilai berlebihan dan tidak menghormati masyarakat setempat yang sedang menjalankan ibadah di bulan suci.
Peristiwa tersebut memicu kemarahan warganet dan tokoh masyarakat di Gili Trawangan. Banyak pihak menilai tindakan sang turis tidak sopan serta mencederai nilai toleransi yang selama ini dijaga di kawasan wisata tersebut. Desakan pun mengarah kepada pihak Imigrasi agar segera mengambil langkah tegas.
Tokoh masyarakat Gili Trawangan, Nursabandi, menyayangkan aksi yang dianggapnya anarkis itu. Dia menegaskan bahwa keberatan seharusnya dapat disampaikan dengan cara yang santun melalui pengelola wisata atau aparat desa, bukan dengan mendatangi rumah ibadah sambil mengamuk.
Editor : Iwan Setiawan
