PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Simping, makanan ringan tradisional khas Purwakarta, Jawa Barat, menjadi salah satu oleh-oleh favorit yang selalu diburu wisatawan dan pemudik, terutama saat musim Idulfitri. Camilan berbentuk bulat tipis dan renyah ini bahkan konon dahulu menjadi kudapan para raja Sunda.
Terbuat dari campuran tepung tapioka dan terigu, simping memiliki cita rasa gurih khas yang membuat ketagihan. Teksturnya yang renyah dengan aroma kencur yang kuat menjadi ciri khas yang membedakannya dari camilan lainnya.
Simping khas Purwakarta diproduksi di sejumlah wilayah. Namun, pusat pembuatannya berada di Kampung Kaum, Jalan Baing Marzuki, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta. Di kampung inilah puluhan warga menggeluti usaha rumahan simping secara turun-temurun.
Salah satunya adalah Meri Maryati. Bersama seorang anaknya, ia setia memproduksi simping setiap hari. Hasil produksinya dipasarkan ke warung-warung dan pusat oleh-oleh di wilayah Kota Purwakarta.
Menurut Meri, ia dan suaminya telah membuat simping sejak tahun 1990. Dulu, pemasaran produknya menjangkau berbagai pusat oleh-oleh di jalur yang dilintasi pemudik dan wisatawan. Namun setelah sang suami meninggal dunia, distribusi menjadi lebih terbatas dan kini hanya dipasarkan di sekitar kota.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
