Revolusi Bawang Merah: Dari Umbi ke Biji, Hasil Lebih Melimpah

irwan
Petani bawang merah. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Keputusan besar meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai negeri sipil (PNS) menjadi titik balik hidup Tono Suwarna. Pria asal Cimaung, Jawa Barat ini kini dikenal sebagai petani bawang merah sukses berkat keberaniannya mengadopsi inovasi budidaya True Shallot Seed (TSS) atau bawang merah dari biji.

Di tengah fluktuasi harga dan tantangan budidaya konvensional, Tono memilih keluar dari kebiasaan lama. Ia tidak lagi menanam bawang merah dari umbi, melainkan menggunakan teknologi TSS yang saat itu masih jarang diterapkan petani.

“Awalnya banyak yang bilang saya nekat. Tapi saya percaya kalau mau maju, harus berani mencoba hal baru,” ujar Tono.

Keputusan itu pun membuahkan hasil. Dengan metode TSS, Tono mampu menghasilkan belasan ton bawang merah per hektare dengan kualitas yang lebih seragam. Tak hanya itu, biaya produksi juga jauh lebih efisien, terutama dalam pengadaan bibit yang selama ini menjadi beban terbesar petani.

“Inovasi ini benar-benar mengubah hidup saya. Biaya lebih hemat, hasil lebih banyak. Dari sini saya bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi,” katanya.

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network