Dalam situasi itulah, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya. Kereta tersebut kemudian menghantam rangkaian KRL PLB 5568 yang tengah berhenti di stasiun.
Tabrakan tak terhindarkan. Sebanyak 16 penumpang KRL dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan medis. Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan perkeretaapian paling mematikan dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menyisakan pertanyaan besar tentang keselamatan di perlintasan dan sistem kendali perjalanan kereta.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
