PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bekerja sama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog), kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan yang digelar di Kantor Pemerintah Desa Maracang, Kecamatan Babakancikao, Selasa (29/9/2026) siang, menjadi pelaksanaan keempat sepanjang September 2026.
Antusiasme warga terlihat sejak sejumlah komoditas mulai dijajakan. Warga langsung mengantre untuk membeli beras, minyak goreng, gula pasir, hingga tepung terigu.
Harga yang ditawarkan dalam GPM lebih rendah dibandingkan harga di sejumlah warung maupun pasar tradisional. Komoditas yang paling banyak diburu warga adalah beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng Minyak Kita.
Beras SPHP dijual Rp60.000 per karung ukuran 5 kilogram. Sementara minyak goreng Minyak Kita dibanderol Rp15.500 per liter.
Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga beras di sejumlah pasar tradisional Purwakarta yang saat ini berkisar Rp67.500 hingga Rp74.000 per karung ukuran 5 kilogram.
Sedangkan minyak goreng Minyak Kita di pasaran umumnya dijual mulai Rp15.700 hingga Rp21.000 per liter.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan adanya GPM. Mereka menilai harga kebutuhan pokok di pasaran saat ini masih cukup tinggi sehingga berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga.
Siti Halimah dan Rokayah, warga yang berbelanja dalam kegiatan tersebut, mengaku memanfaatkan GPM untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga sehari-hari.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Hadyanto Purnama, mengatakan GPM telah digelar sebanyak empat kali sepanjang September 2026 di empat lokasi berbeda.
Menurutnya, kegiatan yang berkolaborasi dengan Bulog tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, terutama komoditas beras dan minyak goreng yang sempat mengalami kenaikan.
“Gerakan pangan murah ini kami laksanakan untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan,” ujar Hadyanto.
Ia menyebut pelaksanaan GPM turut memberikan dampak terhadap harga beras yang sebelumnya berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).
Pemerintah Kabupaten Purwakarta memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di sejumlah wilayah lainnya selama Oktober 2026.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga pangan di Kabupaten Purwakarta.***
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
