Ikan Mati Massal di Waduk Jatiluhur Diserbu Warga, Harga Murah Jadi Daya Tarik
Kepala Bidang Perikanan Budidaya Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Purwakarta, Anton Kushartono, mengatakan fenomena ini berkaitan erat dengan musim hujan yang berlangsung sejak November dan diperkirakan masih akan berlanjut hingga Maret mendatang.
Menurut Anton, penyebab utama kematian ikan adalah fenomena upwelling atau embalan, yakni naiknya massa air dingin dari dasar waduk ke permukaan akibat pencampuran suhu air. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang disertai minimnya sinar matahari.
“Fenomena ini diperparah dengan banyaknya eceng gondok di beberapa titik waduk, khususnya di daerah Ubrug, sehingga kadar oksigen terlarut di perairan menurun drastis dan memicu kematian ikan secara massal,” jelas Anton.
Ia menambahkan, jenis ikan yang paling banyak terdampak adalah ikan mas dan nila, dengan usia yang bervariasi, mulai dari benih hingga ukuran mendekati panen. Namun, sebagian besar ikan yang mati belum memasuki usia panen.
“Banyak yang masih berumur satu sampai satu setengah bulan. Normalnya panen itu di usia dua setengah sampai tiga bulan,” ujarnya.
Editor : Iwan Setiawan