get app
inews
Aa Text
Read Next : Tanamkan Disiplin Lalulintas Sejak Dini, Polwan Purwakarta Gelar Police Goes To School

Gandeng Lapas, Purwakarta Berdayakan Warga Binaan Pasok Bahan Baku Makan Bergizi Gratis

Selasa, 10 Februari 2026 | 22:15 WIB
header img
Warga binaan Lapas Kelas 2 B Purwakarta bercocok tanam sayur mayur sebagai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis. Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta bekerja sama dengan Lapas Kelas II B Purwakarta memberdayakan 30 warga binaan melalui pelatihan dan pengolahan pertanian. Program ini digelar untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sebelum kembali ke masyarakat.

Puluhan warga binaan tersebut diajarkan bercocok tanam sayuran jenis bayam dan kangkung. Hasil panen dimanfaatkan sebagai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan pemerintah pusat. Program ini juga mendapat dukungan langsung dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi lapas dan pemerintah daerah lainnya di Indonesia.

Sebanyak 30 warga binaan yang mengikuti kegiatan ini merupakan peserta program asimilasi dari Lapas Kelas II B Purwakarta. Mereka adalah warga binaan yang akan segera menyelesaikan masa pidananya dan telah melalui tahapan serta seleksi administrasi sesuai ketentuan.

Melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, para warga binaan diberikan pelatihan secara langsung, mulai dari pengolahan lahan, teknik bercocok tanam, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pemasaran hasil pertanian.

Bayam dan kangkung menjadi komoditas utama yang dibudidayakan. Tanaman tersebut dapat dipanen setelah 28 hari masa tanam. Hasil kerja keras para warga binaan pun langsung membuahkan hasil, karena panen sayuran tersebut dapat dipasarkan dan dimanfaatkan sebagai bahan baku Program Makan Bergizi Gratis, program unggulan Presiden Prabowo Subianto.

Salah seorang warga binaan peserta program asimilasi mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berharga. Ia menyebut pelatihan pertanian ini menjadi bekal penting baginya setelah bebas nanti.

“Program asimilasi dari lapas ini mengajarkan kami cara bertani untuk ketahanan pangan. Mulai dari menanam, perawatan, panen, sampai pemasaran. Ini pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya. Insyaallah ilmu ini bisa saya manfaatkan setelah bebas,” ujarnya. Warga binaan tersebut diketahui menjalani vonis dua setengah tahun dalam kasus pencurian.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Ninik Sudaryati Deyang, mengaku terkejut sekaligus bangga melihat program yang dijalankan di Kabupaten Purwakarta. Ia menilai kegiatan ini sangat strategis dalam menjaga ketersediaan bahan baku pangan, khususnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

“Saya berharap seluruh Indonesia bisa meniru Kabupaten Purwakarta. BGN sangat khawatir soal ketersediaan bahan baku, baik sayuran, telur, maupun protein lainnya. Kebutuhan sangat tinggi, sementara petani makin sulit dicari. Program seperti ini luar biasa dan bisa menekan risiko inflasi akibat kelangkaan bahan pangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, menyebut program ini sebagai wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia menilai pemberdayaan warga binaan di bidang pertanian memberikan manfaat ganda.

“Ini patut dibanggakan. Warga binaan mendapatkan ilmu pertanian, dan hasil kegiatannya juga memberikan pemasukan. Program ini bisa berkelanjutan dan sangat bermanfaat bagi warga binaan,” ujarnya.

Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin, menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat, termasuk warga binaan, harus dibangun melalui ilmu dan keterampilan, bukan cara instan.

“Saya ingin memberikan ilmu pertanian, peternakan, dan perikanan. Cari uang itu susah, tapi akan jadi mudah kalau tahu ilmunya. Bayam dan kangkung ini terlihat sepele, tapi ternyata sangat dibutuhkan. Tujuannya agar warga binaan yang bebas nanti punya ekonomi kuat dan tidak kembali ke penjara,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan, hasil pertanian warga binaan dan masyarakat Purwakarta akan diserap untuk mendukung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Barat, khususnya di Purwakarta.

Selain memproduksi sayuran segar, para warga binaan juga diajarkan mengolah hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik bayam. Program ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membuka harapan baru bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.***

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut