Dukung Program MBG, Purwakarta Perkuat Produksi Hortikultura Berkelanjutan
PURWAKARTA, iNewsPurwkarta.id- Upaya menjawab tantangan regenerasi petani dan memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Terbaru, Pemkab Purwakarta menandatangani kerja sama strategis dengan PT East West Seed Indonesia (EWINDO) untuk membangun ekosistem pertanian daerah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini berfokus pada dua program utama, yakni penguatan Kebun Istimewa sebagai pusat edukasi dan praktik pertanian, serta implementasi Program Sekolah Berkebun yang mengenalkan dasar-dasar pertanian dan pemahaman rantai pangan kepada siswa sejak dini.
Langkah tersebut dinilai relevan di tengah menurunnya jumlah petani nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Sensus Pertanian 2023, jumlah petani Indonesia turun 7,4 persen atau sekitar 2,35 juta orang dalam 10 tahun terakhir, dari 31,70 juta pada 2013 menjadi 29,34 juta orang pada 2023. Penurunan ini didominasi berkurangnya petani muda, sementara sekitar 70 persen petani saat ini berusia lanjut.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, menegaskan bahwa regenerasi petani harus dipandang sebagai agenda strategis jangka panjang.
“Regenerasi petani merupakan isu nasional, bukan hanya isu daerah. Jika kita ingin mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, maka investasi terbesar harus membangun SDM dan sistemnya. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kami memastikan Purwakarta berkontribusi dalam agenda tersebut,” ujarnya.
Selain aspek edukasi, kerja sama ini juga diarahkan untuk menyelaraskan potensi produksi hortikultura daerah dengan kebutuhan pasar serta mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan demikian, penguatan sektor pertanian tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada distribusi dan keberlanjutan sistem pangan.
Dalam rangkaian kegiatan, Bupati dan jajaran turut meninjau fasilitas produksi dan riset EWINDO guna melihat langsung proses pengembangan varietas hortikultura yang adaptif terhadap kondisi agroklimat serta kebutuhan petani di lapangan.
Managing Director EWINDO, Glenn Pardede, menekankan bahwa peran swasta dalam sektor pertanian harus melampaui sekadar penyediaan benih.
“Kami percaya kontribusi industri pertanian tidak berhenti pada penyediaan benih. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem untuk memastikan inovasi diikuti edukasi, produktivitas diikuti keberlanjutan, dan pertanian tetap relevan bagi generasi berikutnya,” kata Glenn.
Kerja sama ini mencerminkan pendekatan pembangunan pertanian berbasis ekosistem, melalui sinergi kebijakan, inovasi, dan transfer pengetahuan. Model kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Purwakarta sebagai daerah dengan potensi hortikultura yang terkelola berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap agenda ketahanan pangan nasional. ***
Editor : Iwan Setiawan