Utang Luar Negeri Tembus Rp7.318 Triliun, Bank Indonesia Ungkap Penyebab Kenaikan di Akhir 2025
Berdasarkan komposisi sektoral, dana ULN pemerintah paling banyak dialokasikan untuk sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial dengan porsi 22,1 persen dari total ULN pemerintah. Disusul administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 19,8 persen, sektor pendidikan 16,2 persen, konstruksi 11,7 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,6 persen.
Dari sisi struktur, utang pemerintah dinilai tetap terkendali karena hampir seluruhnya merupakan utang berjangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9 persen dari total ULN pemerintah.
Berbeda dengan pemerintah, posisi ULN swasta justru mengalami penurunan. Pada Kuartal IV 2025, utang luar negeri swasta tercatat sebesar 192,8 miliar dolar AS, turun dari posisi Oktober 2025 yang mencapai 194,5 miliar dolar AS.
Penurunan ini terutama dipicu oleh berkurangnya utang perusahaan nonlembaga keuangan. Secara sektoral, ULN swasta terbesar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,9 persen dari total ULN swasta.
Mayoritas ULN swasta juga masih didominasi oleh utang berjangka panjang dengan porsi 76,3 persen dari total utang swasta.
Secara keseluruhan, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap dalam kondisi sehat. Hal itu tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto yang turun menjadi 29,9 persen pada Kuartal IV 2025, serta dominasi utang berjangka panjang yang mencapai 85,7 persen dari total ULN nasional.**
Editor : Iwan Setiawan