Harga Pangan Pasca Lebaran Jadi Sorotan, Prof Bayu: Indonesia Butuh Sistem Pangan yang Terintegrasi
JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Ketersediaan dan stabilitas harga pangan masih menjadi perhatian publik pasca Lebaran. Lonjakan permintaan berbagai komoditas selama periode hari raya kembali menegaskan pentingnya sistem pangan nasional yang kuat, terintegrasi, dan mampu menjaga pasokan tetap aman dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Pakar pertanian IPB University, Profesor Bayu Krisnamurthi, menegaskan bahwa pembangunan sektor pangan di Indonesia tidak lagi bisa dipandang sebatas soal produksi komoditas. Menurutnya, pangan harus dipahami sebagai sebuah sistem yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
“Semua faktor dalam sistem pangan saling terkait. Gangguan pada satu faktor akan memengaruhi keseluruhan sistem,” ujar Prof Bayu Krisnamurthi dalam wawancara khusus.
Ia menjelaskan, sistem pangan mencakup banyak elemen yang saling memengaruhi, mulai dari ketersediaan benih, proses budidaya, distribusi, harga, hingga akses konsumen terhadap pangan.
Sebagai contoh, kelangkaan benih sayuran unggul berkualitas, persoalan transportasi distribusi, hingga harga yang terlalu mahal dapat berdampak langsung pada kemampuan rumah tangga memperoleh pangan yang layak.
Editor : Iwan Setiawan