Bupati dan Kajari Purwakarta Turun ke Sekolah, Tanamkan Hukum dan Karakter Sejak Dini
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Suasana berbeda tampak di SMAN 1 Purwakarta, Kamis pagi. Kejaksaan Negeri Purwakarta (Kejari) hadir bukan untuk penindakan hukum, melainkan membawa misi edukatif melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).
Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kejari Purwakarta, Apsari Dewi, serta Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein (Om Zein), bersama para guru dan orang tua siswa.
Apsari Dewi menegaskan bahwa program JMS bukan sekadar penyuluhan hukum, tetapi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda.
“Kolaborasi Kejaksaan dan Pemerintah Daerah melalui program ini bertujuan mewujudkan pendidikan karakter di Jawa Barat yang dikenal dengan Gapura Panca Waluya,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan semangat “Jawara Kasomeah” yang diusung Kejari Purwakarta—yakni mencetak generasi berprestasi yang tetap menjunjung tinggi etika dan adab, sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
Menurut Dewi, kehadiran Bupati Om Zein menjadi simbol kuat sinergi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam membina generasi muda.
“Kami juga mengundang orang tua dan guru agar bersama-sama menjaga dan mendidik anak-anak, sehingga mereka siap menjadi generasi yang berguna bagi bangsa,” tambahnya.
Sementara itu, Om Zein menekankan bahwa peran utama pendidikan tetap berada di tangan orang tua, bukan sepenuhnya sekolah.
“Sekolah itu membantu orang tua. Tugas utama pendidikan adalah tanggung jawab kedua orang tua,” tegasnya.
Ia menambahkan, tujuan pendidikan masyarakat Sunda adalah membentuk pribadi yang Cageur, Bageur, Bener, Singer, dan Pinter—sehat, baik, benar, terampil, dan cerdas.
Untuk mendukung hal tersebut, kegiatan ini turut melibatkan Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui KCD Wilayah IV untuk tingkat SMA, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta untuk jenjang SMP.
Editor : Iwan Setiawan