get app
inews
Aa Text
Read Next : Upaya Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Israel, Kemlu Bakal Manfaatkan Keanggotaan BoP

iNews Media Group Campus Connect UNS: Bentuk Mental Anak Muda

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:11 WIB
header img
Genzone Talks pada rangkaian acara iNews Media Group Campus Connect di Gedung Suhardi UNS, Surakarta. (Foto: Niko Prayoga)

SURAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Ketahanan mental menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tekanan hidup, persaingan, hingga rasa takut gagal. Pesan itu mengemuka dalam sesi Genzone Talks pada rangkaian acara iNews Media Group Campus Connect di Gedung Suhardi UNS, Surakarta.

Mengusung tema “Recharger Your Energy, Level Up Your Focus”, ratusan mahasiswa diajak memahami pentingnya membangun mental yang kuat agar tidak mudah tumbang saat menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Salah satu pembicara, swimmer, triathlete sekaligus sport content creator Timotius Mulyadi, menilai lingkungan pertemanan memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mental seseorang. Menurut dia, circle yang suportif dapat membantu seseorang bangkit ketika sedang berada di fase terpuruk.

“Saran aku, build lingkungan kalian sebaik mungkin, sesolid mungkin, ditambah kalian share rasa gak nyaman kalian ke orang yang kalian deket, kalian percaya, dari situ mentalitas itu akan kebentuk. Misalnya kalian ngeluh dan sesuatu yang jelek, negatif thinking dan segala macem, akan dibantah sama temen kalian yang support,” kata Timotius.

Dia mengatakan, dukungan dari lingkungan sekitar bisa menjadi kekuatan untuk melawan pikiran negatif yang kerap membuat anak muda kehilangan rasa percaya diri.

“Dari situ mentalitas pelan-pelan kebangun, berani gagal udah pasti, hal-hal yang motivasi-motivasi yang standar kalian tau berani gagal, tapi yang penting bangun lingkungan community kalian yang kuat, sehingga ketika kalian lagi jatuh, kalian bisa dibangkitin sama orang-orang di sekitar kalian supaya mentalitasnya sekuat baja,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan konten kreator sekaligus pegiat olahraga lari, Namira Adjani. Dia mengaku banyak belajar membangun mental dari lingkungan pertemanan yang beragam, termasuk dari orang-orang yang usianya jauh lebih tua.

“Karena banyak juga aku di dunia lari tuh temenan sama orang yang jauh lebih tua dari aku, yang udah seumuran mamaku. Tapi dari perspektif yang berbeda-beda itu, kayak mentalku tuh bisa kebentuk menjadi lebih strong,” tutur Namira.

Namira juga mengungkapkan dirinya pernah mengalami fase overthinking dan takut mencoba hal baru. Namun, dia menyadari pola pikir tersebut justru menjadi penghambat dalam berkembang.

“Nah di tengah-tengah kuliah, aku sadar kalo mindset itu tuh gak baik gitu buat aku. Jadinya aku switch menjadi orang yang lebih chill, jadi kayak yang penting dijalanin dulu aja, kalaupun emang ada ups and downsnya, yaudah gapapa, itu part of the process kita belajar gitu,” katanya.

Menurut Namira, anak muda juga perlu mengikuti aktivitas yang mampu melatih daya tahan mental. Salah satunya melalui olahraga lari maraton yang dinilai tidak hanya menguras fisik, tetapi juga menguji kekuatan pikiran.

“Nah dan yang terakhir, itu ikut kegiatan-kegiatan yang semacam bisa membuat mentalnya lebih kuat, kayak marathon. Karena marathon itu kan kita lari 3 jam loh, 3-4 jam, yang menemani kita cuma musik dan diri kita sendiri gitu. Kan mau gak mau dalam menyelesaikan hal itu, kita tuh harus bermental kuat. Karena kalo mental kita gak kuat, itu pasti di tengah-tengah,” ujarnya.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut