Diduga Curi Motor, Pria di Purwakarta Tewas Diamuk Massa
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Seorang pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor tewas setelah menjadi sasaran amukan massa di Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu.
Korban diketahui bernama Ahmad Jauhari (35), warga Desa Citeko, Kecamatan Plered, Purwakarta. Sebelum menjadi sasaran kemarahan warga, pria tersebut sempat mengalami kecelakaan saat membawa kabur sepeda motor yang diduga hasil curian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika Ahmad bersama seorang rekannya diduga melakukan pencurian sepeda motor milik warga di Kampung Bojong, Desa Galumpit, Kecamatan Tegalwaru.
Saat berusaha melarikan diri menggunakan motor hasil curian, Ahmad mengalami kecelakaan dan terjatuh di wilayah Desa Tegalsari. Warga yang belum mengetahui identitas maupun dugaan tindak pidana yang dilakukannya sempat memberikan pertolongan.
Namun ketika hendak dibawa untuk mendapatkan perawatan, pria tersebut tiba-tiba melarikan diri. Kecurigaan warga muncul setelah diketahui bahwa sepeda motor yang digunakan merupakan kendaraan hasil pencurian.
"Teriakan maling kemudian terdengar dan memicu pengejaran oleh warga," kata Kepala Desa Tegalsari, Iip Sarifudin.
Dalam upaya melarikan diri, Ahmad disebut terperosok ke dalam septic tank. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat melanjutkan pelarian hingga akhirnya berhasil diamankan warga.
Sayangnya, situasi di lokasi memanas. Terduga pelaku menjadi sasaran tindakan main hakim sendiri oleh sejumlah warga. Akibat luka-luka yang dideritanya, Ahmad meninggal dunia di lokasi kejadian.
Rekaman video amatir yang beredar memperlihatkan korban tergeletak di tepi jalan dalam kondisi tidak berdaya. Meski mengalami kesakitan, aksi kekerasan dari massa masih terus terjadi.
Menurut Iip Sarifudin, kemarahan warga diduga karena sering terjadi pencurian sepeda motor di wilayahnya. Ia juga menyebut, warga yang menganiaya pelaku bukan saja dari desanya, tapi dari lain, termasuk lokasi pencurian pelaku
Sementara itu, aparat kepolisian telah menangani kasus tersebut. Sementara itu, keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan memilih langsung memakamkan jenazah di tempat pemakaman umum dekat kediamannya.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Polsek Plered dengan dukungan Satreskrim Polres Purwakarta.***
Editor : Iwan Setiawan