Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tanamkan Disiplin Lalulintas Sejak Dini, Polwan Purwakarta Gelar Police Goes To School
Advertisement . Scroll to see content

PPDI Purwakarta Kutuk Pengeroyokan Remaja Disabilitas hingga Tewas: Perbuatan Biadab

Jum'at, 14 November 2025 | 14:54 WIB
  • author irwan
PPDI Purwakarta Kutuk Pengeroyokan Remaja Disabilitas hingga Tewas: Perbuatan Biadab
Jenazah Rido, anak disabilitas yang tewas dikeroyok massa mau dimakamkan di TPU Bongaskidul, Purwakarta. Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Perhimpunan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Purwakarta mengecam keras tewasnya Rido Pulanggar (15), remaja penyandang disabilitas mental yang menjadi korban amuk massa di Kabupaten Karawang. Rido, yang merupakan siswa penyandang tunagrahita, meninggal setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari akibat luka-luka yang dideritanya.

Ketua PPDI Purwakarta, Agus Kusnadi, menilai tindakan main hakim sendiri tersebut sebagai bentuk kekerasan brutal yang sama sekali tidak dapat dibenarkan, terlebih karena menimpa anak berkebutuhan khusus (ABK).

“Kami sangat mengutuk keras tindakan main hakim sendiri, apalagi ini menimpa warga kami, anak berkebutuhan khusus. Kami ingin kasus ini diusut tuntas dan pelakunya mendapat efek jera,” ujar Agus, Jumat (14/11/2025).

Agus menjelaskan bahwa Rido adalah siswa SLBN Kapten Halim Purwakarta dan memiliki keterbatasan sebagai penyandang tunagrahita. Ia menegaskan bahwa masyarakat seharusnya memahami kondisi disabilitas dan tidak gegabah menghakimi seseorang tanpa dasar.

“Anak tunagrahita itu punya keterbatasan. Mereka bisa diarahkan, bisa dipahami. Mereka bagian dari kita. Harapan kami, tidak ada lagi diskriminasi dan kekerasan terhadap warga disabilitas,” tegasnya.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut