Semangka Lampung Tengah Tembus Pasar Sumatera hingga Jawa, Produktivitas Terus Meningkat
Salah satu petani semangka di Desa Simpang Agung, Misno, mengaku keberhasilannya dalam mengembangkan usaha tani tidak lepas dari pendampingan teknis yang berkelanjutan. Berbagai pengetahuan mengenai pengelolaan budidaya, pemupukan, pengendalian penyakit hingga teknik menghasilkan buah berkualitas diperolehnya melalui pembelajaran bersama tim PT East West Seed Indonesia (EWINDO).
“Dulu kami bertani lebih banyak berdasarkan pengalaman. Sekarang kami mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai cara budidaya yang lebih tepat dan efisien. Dengan penerapan teknologi yang lebih baik, hasil panen juga semakin meningkat,” kata Misno.
Menurutnya, penggunaan benih unggul semangka AMARA F1 menjadi salah satu faktor penting yang mendukung peningkatan produktivitas. Varietas ini dikenal mampu menghasilkan buah berukuran besar dengan bobot mencapai 7 hingga 9 kilogram per buah serta potensi produksi 33 hingga 39 ton per hektare dalam kondisi budidaya optimal.
Selain produktivitas tinggi, AMARA F1 juga memiliki umur panen relatif singkat, yakni sekitar 58 hingga 62 hari setelah tanam. Keunggulan ini memungkinkan petani mempercepat siklus produksi sehingga usaha tani menjadi lebih efisien.
Dari sisi ketahanan tanaman, varietas tersebut memiliki toleransi terhadap sejumlah penyakit utama yang sering menyerang semangka, seperti Gummy Stem Blight (GSB), layu fusarium, dan layu bakteri. Kemampuan pembuahan yang baik juga membantu pembentukan buah lebih optimal.
Editor: Iwan Setiawan