IJTI Akademi 2026 Cetak Pelajar Purwasuka yang Kritis dan Cakap Bermedia
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Puluhan pelajar SMA, SMK, dan MA dari wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang antusias mengikuti pelatihan jurnalistik dan public speaking bertajuk IJTI Akademi 2026 yang diselenggarakan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Purwasuka di Bale Sawala Yudistira, Kompleks Pemkab Purwakarta, Rabu (10/6/2026).
Mengusung tema "Membangun Masa Depan Generasi Muda yang Melek Media dan Kritis Terhadap Informasi", kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar untuk mengenal dunia jurnalistik, broadcasting, sinematografi, hingga public speaking di tengah derasnya arus informasi digital.
Ketua IJTI Korda Purwasuka, Dian Firmansyah, mengatakan generasi muda saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi digital. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan agar mereka mampu memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus terhindar dari dampak negatif informasi yang tidak terverifikasi.
"Kami berbagi hard skill kepada adik-adik pelajar sebagai bentuk tanggung jawab organisasi untuk mendampingi Generasi Z. Di sini mereka belajar memproduksi konten, khususnya berita, sekaligus mengembangkan soft skill yang dimiliki," ujar Dian, Jumat (12/6/2026).
Tak hanya menerima materi dari para praktisi dan akademisi, para peserta juga mendapat kesempatan untuk langsung mempraktikkan proses produksi berita di lapangan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang paling diminati karena memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja media.
Sejumlah narasumber kompeten hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli, presenter televisi Anisha Dasuki, sinematografer Ara Haiban Zulkarami, serta MC profesional Khusnul Latifa.
Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Purwakarta, Agung Darwis Suriaatmadja, mengapresiasi penyelenggaraan IJTI Akademi 2026. Menurutnya, kemampuan memahami, memilah, dan memverifikasi informasi merupakan keterampilan yang sangat penting di era digital untuk menangkal hoaks dan disinformasi.
"Pemerintah Kabupaten Purwakarta mendukung berbagai program peningkatan literasi digital dan media sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan zaman," katanya.
Salah seorang peserta, Putri Nur Fakhriyani, siswi kelas X SMAN 1 Wanayasa Purwakarta, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru selama mengikuti pelatihan tersebut.
"Workshop kali ini seru banget. Semua pemateri menyampaikan materi dengan menarik dan interaktif, jadi tidak membosankan. Kami juga langsung praktik membuat video berita, sehingga ilmunya bisa langsung diterapkan," ungkap Putri.
Menurutnya, materi public speaking, jurnalistik, dan sinematografi sangat mendukung aktivitasnya sebagai pengurus OSIS dan anggota tim IT sekolah. Ia pun berencana lebih aktif menulis artikel serta membagikan ilmu yang didapat kepada teman-temannya.
Meski masih sering merasa gugup saat berbicara di depan umum, Putri mengaku kegiatan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan komunikasi dan literasi digital.
"Saya jadi semakin sadar bahwa dunia digital itu sangat luas. Kita tidak hanya harus bisa berbicara di depan publik, tetapi juga harus bijak menggunakan media sosial dan memahami informasi yang kita terima maupun bagikan," ujarnya.
Melalui IJTI Akademi 2026, para pelajar tidak hanya dibekali keterampilan teknis di bidang media dan komunikasi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis sebagai bekal menghadapi tantangan era digital. Diharapkan, kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memproduksi maupun menyebarkan informasi.***
Editor : Iwan Setiawan