Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Cegah Kenakalan Remaja, Om Zein Berlakukan Lagi Jam Malam Pelajar di Purwakarta
Advertisement . Scroll to see content

Empat Luka Tusuk di Tubuh Pejabat BKAD Purwakarta, Pusident Bareskrim Turun Tangan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59 WIB
  • author irwan
Empat Luka Tusuk di Tubuh Pejabat BKAD Purwakarta, Pusident Bareskrim Turun Tangan
Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di kediaman korban cItalang, Purwakarta. (Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Misteri kematian Yogi Saleh (40), Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, masih terus menjadi perhatian aparat kepolisian.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban, Tim Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Barat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di kediaman korban di Jalan Patinggi III, Kampung Karangsari, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Rabu (17/6/2026) sore.

Olah TKP lanjutan dilakukan menyusul ditemukannya korban dalam kondisi bersimbah darah di dalam rumahnya pada Minggu (14/6/2026) malam. Sejumlah temuan di lokasi kejadian kini menjadi fokus penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan hingga saat ini penyidik masih mengembangkan hasil penyelidikan dan mengumpulkan berbagai alat bukti.

“Untuk perkembangan kasus, kami masih melakukan pengembangan dari hasil olah TKP. Hari ini kami melaksanakan olah TKP lanjutan yang dibackup oleh Polda Jawa Barat dan Bareskrim Polri,” ujar Made di lokasi kejadian.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi yang terdiri dari istri korban, mertua korban, serta tiga rekan kerja Yogi Saleh. Keterangan para saksi masih terus didalami guna menyusun kronologi dan mengungkap latar belakang kejadian.

Selain itu, sejumlah barang bukti juga telah diamankan dari rumah korban, mulai dari dokumen, berkas, hingga telepon genggam milik korban dan istrinya. Seluruh barang bukti tersebut kini tengah dianalisis lebih lanjut oleh penyidik.

“Untuk titik terang, kami masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap HP serta berkas-berkas yang diamankan di TKP. Semuanya masih kami teliti apakah memiliki hubungan dengan kejadian ini,” katanya.

Penyidik juga mendalami sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan riwayat pemeriksaan kejiwaan korban. Temuan tersebut masih diteliti untuk mengetahui relevansinya dengan kasus yang sedang ditangani.

Tak hanya itu, kondisi plafon rumah yang ditemukan dalam keadaan jebol turut menjadi perhatian tim investigasi. Di bawah bagian plafon yang rusak tersebut ditemukan sebuah tangga, sehingga memunculkan sejumlah pertanyaan yang kini tengah didalami oleh tim identifikasi.

“Untuk plafon yang jebol, itu juga menjadi alasan kami meminta bantuan Polda dan Pusident Bareskrim untuk melakukan penyelidikan ulang,” ungkap Made.

Polisi juga telah mengambil sejumlah sampel sidik jari dari berbagai titik di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menentukan apakah terdapat sidik jari lain selain milik korban dan anggota keluarganya.

Sementara itu, kunci rumah saat korban ditemukan diketahui masih berada di bagian dalam rumah.

“Betul, sementara kunci masih berada di dalam,” ujarnya.

Dari hasil autopsi sementara, tim forensik menemukan empat luka tusuk pada tubuh korban, yakni tiga luka tusuk di bagian leher dan satu luka tusuk di bagian ulu hati. Meski demikian, polisi masih menunggu hasil resmi autopsi untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah.

“Ada tiga luka tusuk di bagian leher dan satu luka tusuk di bagian ulu hati. Pemeriksaan autopsi sudah dilakukan, namun kami masih menunggu hasil resmi dari tim kedokteran forensik,” kata Made.

Polisi juga memperoleh informasi bahwa korban disebut tidak masuk kerja selama dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia. Informasi tersebut saat ini masih diverifikasi melalui pemeriksaan terhadap rekan-rekan kerja korban.

Hingga kini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Kehadiran Tim Pusident Bareskrim Polri bersama Polda Jawa Barat dalam olah TKP lanjutan menunjukkan keseriusan aparat dalam mengungkap secara terang penyebab kematian pejabat Pemkab Purwakarta tersebut. Masyarakat pun masih menantikan hasil penyelidikan yang diharapkan dapat mengungkap seluruh fakta di balik kasus yang menyita perhatian publik ini.***

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut