JMS Festival 2026, Saat Pelajar Purwakarta Belajar Hukum Lewat Panggung Seni
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Suasana Gedung Yudistira di Kompleks Pemkab Purwakarta tampak berbeda. Bukan sidang atau seminar hukum yang digelar, melainkan panggung kreativitas para pelajar yang menyuarakan pesan-pesan hukum melalui seni, poster, dan drama kolosal dalam ajang Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Festival 2026.
Festival yang digagas Kejaksaan Negeri Purwakarta ini menjadi yang pertama digelar di Kabupaten Purwakarta. Melalui pendekatan kreatif, kejaksaan berupaya mengenalkan pentingnya kesadaran hukum kepada generasi muda dengan cara yang lebih dekat dengan dunia pelajar.
Sebanyak 53 peserta mengikuti lomba poster bertema kesadaran hukum, sementara 18 sekolah menampilkan drama kolosal yang mengangkat berbagai persoalan sosial dan hukum yang kerap terjadi di tengah masyarakat.
Tak hanya menjadi ajang perlombaan, festival ini juga menjadi ruang edukasi yang menyenangkan. Para siswa diajak memahami hukum melalui karya dan pertunjukan yang mereka tampilkan.
Salah seorang peserta, Alpian Wipriyangga (17), siswa MA YPPA Cipulus, Kecamatan Wanayasa, mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Bersama rekan-rekannya, ia tampil dalam drama yang mengangkat tema restorative justice atau keadilan restoratif.
“Di sini ada festival drama, lomba poster seni, dan berbagai stand pameran. Kegiatannya seru karena selain berkarya kami juga belajar tentang hukum,” kata Alpian.
Menurutnya, pesan hukum yang disampaikan melalui drama menjadi lebih mudah dipahami karena dikemas dalam cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Lewat drama kami ingin menyampaikan pentingnya kesadaran hukum kepada masyarakat. Selain itu, kami juga bisa menyampaikan kritik sosial yang membangun,” ujarnya.
Meski hanya memiliki waktu persiapan sekitar tiga hari, Alpian dan 24 rekannya tetap berusaha menampilkan pertunjukan terbaik di hadapan dewan juri dan penonton.
“Persiapannya cukup menegangkan karena waktunya singkat dan cukup mendadak. Tapi kami tetap berusaha memberikan penampilan terbaik,” ungkapnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi, mengatakan JMS Festival 2026 merupakan inovasi dalam program penyuluhan hukum yang bertujuan menanamkan kesadaran hukum sejak dini kepada para pelajar.
Selain memperkenalkan hukum, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan kreativitas, memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, serta membangun karakter yang berintegritas dan bertanggung jawab.
“Melalui festival ini kami ingin membentuk generasi muda yang sadar hukum, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi daerahnya,” ujar Apsari.
Sebagai agenda perdana, JMS Festival 2026 diharapkan dapat menjadi kegiatan tahunan yang terus berkembang. Dengan memadukan edukasi hukum dan kreativitas, festival ini menjadi bukti bahwa belajar hukum tidak harus selalu serius, tetapi juga bisa dilakukan melalui seni yang inspiratif dan menyenangkan. ***
Editor: Iwan Setiawan