Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bom Molotov & Seruan Bakar DPRD: 12 Tersangka Diamankan Polda Jabar, Termasuk Provokator Medsos
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Penyekapan Sadis di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Dukung Hukuman Berat Taufik Hidayat 

Minggu, 28 Juni 2026 | 20:02 WIB
  • author Tatang Budimansyah
Kasus Penyekapan Sadis di Bandung, Wakil Ketua DPRD Jabar Dukung Hukuman Berat Taufik Hidayat 
Taufik Hidayat, tersangka kasus penyiksaan dan penyekapan sadis terhadap pacarnya di Bandung. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsPurwakarta.id – Kasus penyekapan yang sadis wanita di Bandung, kini memasuki babak baru setelah mendapat sorotan serius dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iswara. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap penjatuhan hukuman berat bagi tersangka, Taufik Hidayat, jika seluruh unsur pidana terbukti di pengadilan.

Tidak hanya itu, Iswara juga menyampaikan sikap pribadinya yang mendukung wacana hukuman kebiri bagi pelaku. Meski demikian, ia menekankan bahwa penerapan sanksi tersebut tidak boleh serta-merta dilakukan tanpa melalui pengkajian yang komprehensif, serta harus tetap selaras dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan prinsip hak asasi manusia.

Menurut Iswara, usulan hukuman kebiri lahir sebagai respons dan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat setelah kasus ini mencuat ke publik. "Usulan itu merupakan aspirasi yang muncul dari masyarakat. Namun penerapannya harus dikaji secara mendalam agar sesuai dengan peraturan perundang-undangan nasional maupun prinsip hak asasi manusia," ujarnya di sela-sela pernyataan persnya pada Sabtu (27/6/2026).

Politisi tersebut menegaskan bahwa perbuatan yang diduga dilakukan tersangka terhadap korban adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi dan patut mendapat kecaman keras. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polda Jawa Barat yang dinilainya bergerak cepat dalam mengungkap perkara ini dan mengamankan pelaku.

Dari sisi penegakan hukum, DPRD Jawa Barat melalui Iswara meminta agar aparat penegak hukum menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Ia mendorong agar sanksi yang diberikan kelak setimpal dengan bobot kesalahan yang terbukti. "Kami meminta aparat hukum memberikan sanksi tegas sesuai ketentuan hukum atas perbuatan yang dilakukan," katanya.

Lebih jauh, Iswara menilai lamanya waktu penyekapan yang dialami korban menjadi cermin adanya celah dalam sistem pengawasan sosial di lingkungan pemukiman. Ia menyoroti perlunya peran aktif dari perangkat terkecil seperti RT, RW, hingga aparatur desa dan kelurahan untuk lebih peka terhadap kondisi warga di sekitarnya. Hal ini penting agar kasus serupa dapat dideteksi lebih dini dan tidak berlarut-larut.

Sementara itu, pihak keluarga korban bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah mengambil sikap tegas dengan menutup pintu damai bagi tersangka. Afif Shandi, kakak kandung Yuvita, mengungkapkan bahwa kekerasan yang dialami adiknya telah meninggalkan luka mendalam dan mengubah kehidupannya secara signifikan. Karena itu, keluarga berharap proses hukum berjalan hingga ke akar-akarnya tanpa ada intervensi yang mereduksi keadilan.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut