Jelang Tahun Ajaran Baru, Emak-emak Serbu Toko Seragam Sekolah di Purwakarta
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, toko-toko seragam sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, diserbu pembeli, Kamis (9/7/2026). Mayoritas pembeli merupakan para orang tua, terutama emak-emak, yang berburu berbagai perlengkapan sekolah agar anak-anak mereka siap mengikuti hari pertama masuk sekolah pekan depan.
Keramaian terlihat di salah satu toko seragam sekolah di Jalan Jenderal Sudirman, Purwakarta. Sejak siang hari, pembeli memadati toko untuk memilih baju, celana, rok, sabuk, dasi, hingga berbagai atribut sekolah.
Agar ukuran seragam sesuai, banyak orang tua sengaja mengajak anak mereka untuk mencoba langsung pakaian yang akan dibeli. Momen tersebut membuat suasana toko semakin ramai dengan antrean di ruang pas maupun kasir.
Salah seorang orang tua siswa, Reni, mengaku sengaja membeli seragam lebih awal untuk putranya yang baru akan masuk jenjang SMP. Selain karena kegiatan pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) segera dimulai, ia juga ingin memiliki waktu untuk memasang atribut seragam di penjahit.
"Beli seragam buat SMP, buat anak cowok baru masuk SMP. Besok sudah mulai pra-MPLS, jadi enggak ada lagi waktu. Takut belum sempat pasang atribut karena nanti di tukang jahitnya pada numpuk," ujar Reni.
Menurutnya, mempersiapkan kebutuhan sekolah sejak dini membuat prosesnya lebih tenang dan tidak terburu-buru menjelang hari pertama masuk sekolah.
Ramainya pembeli membawa berkah bagi para pedagang seragam. Salah seorang pedagang, Yayan, mengungkapkan penjualan meningkat sekitar 20 persen dibandingkan hari biasa.
Seragam yang paling banyak dicari masyarakat antara lain seragam pramuka, seragam putih-merah untuk SD, putih-biru untuk SMP, serta putih-abu untuk SMA.
"Alhamdulillah ada kenaikan sekitar 20 persen. Yang paling banyak dibeli baju pramuka, putih merah, putih biru, sama putih abu," kata Yayan.
Ia menyebut lonjakan pembeli mulai terasa sejak sepekan sebelum tahun ajaran baru dimulai dan diperkirakan akan terus berlangsung hingga H-1 masuk sekolah.
Meski tren belanja daring mulai berkembang, Yayan bersyukur masyarakat masih banyak yang memilih datang langsung ke toko agar dapat memastikan ukuran seragam sesuai kebutuhan anak.
Para pedagang pun berharap tingginya antusiasme masyarakat menyambut tahun ajaran baru dapat terus mendongkrak omzet penjualan sekaligus menjadi momentum peningkatan usaha di tengah persaingan dengan toko online.***
Editor: Iwan Setiawan