get app
inews
Aa Text
Read Next : Musim Kemarau Mengancam, Waduk Jatiluhur Masih Simpan Cadangan Air 3,6 Miliar Meter Kubik

Keluarga Curiga Satpam Waduk Jatiluhur Tewas dengan Tangan Terborgol, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:11 WIB
header img
Tim Inafis Polres Purwakarta mau membawa jenazah Sumarna, Satpam yang tewas terborgol di Waduk Jatiluhur Purwakarta ke RS Sartika Asih Bandung, untuk autopsi. Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Misteri kematian Sumarna (42), petugas keamanan (satpam) objek vital Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, masih terus diselidiki. Korban yang ditemukan mengambang di perairan tanggul Hayat Waduk Jatiluhur dengan kondisi kedua tangan terborgol, kini telah menjalani autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Setelah dilakukan pemeriksaan luar di RSUD Bayu Asih Purwakarta, jasad korban dibawa Tim Inafis Polres Purwakarta ke RS Sartika Asih Bandung untuk menjalani autopsi oleh tim dokter forensik.

Pria, asal Desa Kembangkuning, Jatiluhur, Purwkaarta ini sebelumnya ditemukan meninggal dunia mengambang di perairan Waduk Jatiluhur pada Jumat (24/7/2026) siang. Penemuan jasad korban dengan kedua tangan masih terborgol langsung memunculkan berbagai pertanyaan, termasuk dari pihak keluarga.

Paman korban, Ocid, mengaku keluarga merasa ada kejanggalan atas kematian Sumarna. Menurutnya, borgol yang ditemukan terpasang di tangan korban memang merupakan perlengkapan kerja yang biasa dibawa saat bertugas sebagai petugas keamanan.

Namun, keluarga sulit memahami bagaimana korban bisa ditemukan meninggal dunia di perairan dalam kondisi kedua tangan masih terborgol.

"Kami merasa kondisi ini janggal. Borgol itu memang perlengkapan kerja korban, tetapi bagaimana bisa korban ditemukan meninggal dengan tangan masih terborgol, itu yang menjadi tanda tanya besar bagi keluarga," ujar Ocid.

Ia menambahkan, keluarga tidak menemukan adanya luka mencurigakan pada tubuh korban. Hanya saja, bibir korban terlihat membiru. Meski demikian, keluarga memilih menunggu hasil autopsi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Saat ini, Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan secara menyeluruh sambil menunggu hasil autopsi dari tim dokter forensik. Hasil tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti kematian Sumarna, apakah murni kecelakaan, bunuh diri, atau terdapat unsur tindak pidana.

Keluarga berharap aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara transparan hingga tuntas agar misteri di balik kematian Sumarna tidak menyisakan tanda tanya.***

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut