Kasus Satpam Waduk Jatiluhur Tewas Terborgol, Bupati Purwakarta Minta Pengamanan Objek Vital Diperke
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mendatangi rumah duka Sumarna (42), petugas keamanan (satpam) objek vital Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas mengambang dengan kedua tangan terborgol. Kunjungan takziah dilakukan di kediaman korban di Kampung Cikuyak Kidul, Desa Kembangkuning, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Minggu (26/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban. Ia juga mendoakan agar almarhum, yang semasa hidup juga menjabat sebagai Danton Linmas Desa Kembangkuning, mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Saepul Bahri Binzein berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap penyebab pasti kematian korban yang hingga kini masih diselidiki. Menurutnya, proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian agar kasus tersebut dapat diusut secara tuntas.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.
"Pengamanan di kawasan objek vital harus diperkuat, mulai dari penambahan personel, pemasangan kamera pengawas (CCTV), peningkatan penerangan, hingga penyesuaian jumlah petugas dengan luas wilayah dan tingkat kerawanan lokasi," ujar Bupati.
Sebelumnya, Sumarna ditemukan meninggal dunia mengambang di kawasan Waduk Jatiluhur dengan kondisi kedua tangan terborgol. Sebelum ditemukan tewas, korban diduga sempat menegur sekelompok pemuda yang hendak melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di kawasan waduk.
Hingga kini, Satreskrim Polres Purwakarta masih mendalami keterangan para saksi serta mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban. Polisi belum menyimpulkan motif maupun penyebab kematian dan memastikan penyelidikan masih terus berlangsung.***
Editor : Iwan Setiawan